Komunitas Pemulung Takalar Dengan Pola Hidup Sehat

Komunitas Pemulung Takalar Dengan Pola Hidup Sehat
Komunitas Pemulung Takalar Dengan Pola Hidup Sehat

KabarMakassar.com -- Meski bekerja dan hidup di lingkungan yang kumuh  komunitas pemulung yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Balang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar tetap bertekad untuk memperhatikan pola hidup sehat.  

Hal ini dibuktikan dengan tidak ditemukannya wabah penyakit yang menyerang warga pemulung yang tinggal disekitar area tempat pembuangan. Komunitas pemulung dan warga sekitar juga sudah mulai nyaman berada di sekitar TPA karena TPA Balang Kabupaten Takalar telah menerapkan pola pengeloaan sampah dengan sistem sanitary landfill, sehingga sampah yang membusuk tidak lagi terpapar langsung dengan udara yang dapat menyebabkan bau menyengat dan menjadi sarang lalat.

Sebagai wujud tekad hidup sehat oleh komunitas pemulung yang sekaligus pengolah sampah ini dibuktikan dengan komitmen bersama yang disaksikan oleh ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Takalar Dr. Irma Andriani, S.Pi, MM.

Dr. Irma Andriani mengapresiasi tekad komitmen hidup sehat oleh komunitas pemulung dan pengolah sampah ini, dan berharap masyarakat yang tinggal dilingkungan yang jauh dari tempat pembuangan dapat menerapkan pola hidup sehat dan bersih dengan lebih baik.

"Malu lah orang yang tinggal jauh dari TPA tetapi tidak mau hidup bersih dibandingkan dengan orang yang tinggal di TPA. Yang di TPA saja mau dan bisa bertekad hidup sehat apalagi yang bukan di lingkungan TPA seharusnya bisa lebih sehat dan bersih," Ujar Dr. Irma Andriani.  

Ia juga meminta agar komunitas pemulung yangbdisebutnya sebagai pejuang lingkungan berupaya meningkatkan produk hasil memulungnya untuk diolah menjadi kerajinan tangan yang bermanfaat dan bernilai jual lebih tinggi. Jadi Reduce, Reuse dan Recycle (3R), Rabu 16/1). 

Komitmen hidup sehat oleh komunitas pemulung ini juga sekaligus sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan Takalar yang sehat dan bersih.

Penulis : Saleh Sibali

Editor : Fritz Wongkar