ALFI: Stop Pemberlakuan Tarif Tambahan Logistik

ALFI: Stop Pemberlakuan Tarif Tambahan Logistik
Pelindo IV (ist)

KabarMakassar.com -- DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/IlFA) Sulselbar menilai pemberlakuan tarif Surcharge Kongesti atau tarif tambahan biaya jasa operator pelayaran dianggap kurang tepat.

"Kegiatan bongkar muat masih berjalan, sementara antrian masih bergerak lambat. Bukan Kongesti atau stagnasi aktifitas seperti yang diwacanakan pelaku pelayaran," tegas Ketua Umun DPW ALFI Sulselbar, Syaifuddin "Ipho" Saharudi melalui siaran persnya Kamis, (10/1).

Meskipun Ketua Lintas Asosiasi Kepelabuhanan Makassar ini mengaku masih terjadi penumpukan di dermaga terminal peti kemas yang berdampak bagi bisnis jasa kepelabuhanan di daerah ini.

"ALFI siap turun melakukan protes ke pihak operator kepelabuhanan, jika telah terjadi stagnasi proses sandar kapal hingga bongar muat. Kita hanya diminta bersabar karena ada pembenahan. Operator jangan tambah beban logistik," ujarnya.

Operator pelayaran, lanjutnya telah di beri ruang dari operator kepelabuhanan akibat antrian kapal. "Jangan tambah cost logistik. Ini akan jadi beban custumer," keluhnya.

Dia berharap pelaku pelayaran bisa mendukung upaya efisiensi biaya logistik di tengah kondisi melambatnya ekonomi nasional di awal tahun ini. 

ALFi Sulselbar meminta operator pelayaran mencabut kebijakan tersebut agar tidak menimbulkan polemik antar sesama pengguna jasa kepelabuhanan.

Sementara itu sejumlah perusahaan operator pelayaran ramai-ramai memberlakukan tarif tambahan Surcharge Kongesti bagi pengusaha logostik di Makassar.

Hal ini seperti dilakukan PT. Tanto Intim Line dan tiga perusahaan besar lainnya yakni SPIL, Meratus dan Samudra Indonesia.

Melalui surat edarannya perusahaan-perusahaan sepakat memberlakukan tarif tambahan (Surcharge Kongesti) dengan alasan terjadinya antrian sandar kapal di Pelabuhan Makassar.

Adapun biaya tambahan kapal itu akan dikenakan biaya surcharge kongesti khusus rute Surabaya - Makassar - Out per stuffing full container pada 11 Januari 2019 besok.

Sedangkan PT. Pelindo IV (Persero) tengah melakukan penambahan alat di TPM, yaitu 1 unit Container Crane (CC) dan 2 unit Rubber Tired Gantry (RTG), sehingga total terminal petikemas tersibuk di KTI ini akan memiliki 7 unit CC dan 18 unit RTG. Juga tambahan 5 unit alat Reach Stacker.

Pelindo IV juga akan melakukan pembenahan manajemen maintenance alat produksi jasa bongkar muat terutama peralatan tua.

Sedangkan untuk mengendalikan antrian sandar kapal, Pelindo IV akan melakukan, optimalisasi  dermaga baik konvensional , maupun  dermaga  MNP, selain optimalisasi receiving dan delivery kontainer di terminal peti kemas agar kecepatan di dermaga seimbang dengan pengaturan kontainer di lapangan penumpukan.
 

Penulis :

Editor : Fritz Wongkar