Alasan RSUD Sultan Daeng Radja Pindahkan Pasien ke RS Lain

Alasan RSUD Sultan Daeng Radja Pindahkan Pasien ke RS Lain
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Daeng Radja (ILT)

KabarMakassar.com -- Keterlambatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyelesaikan klaim Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Daeng Radja ‎memberikan dampat serius terhadap pelayanan kesehatan. 

Puluhan pasien Hemondialysis (HD) pun harus dirujuk ke rumah sakit lain. Keputusan pihak rumah sakit merujuk para pesiennya lantaran Bahan Habis Pakai (BHP) di rumah sakit milik pemerintah tersebut telah habis. 

Sementara dana talangan yang didapatkan pihak rumah sakit dari Bank Syariah Mandiri sebesar Rp11,7 miliar tidak mencukupi memenuhi kebutuhan tersebut.

"Pelayanannya tetap berjalan, kita sudah koordinasi dengan penyedia agar BHPnya dikirim. Tapi kondisinya seperti ini, jadi harus kita rujuk. 

Sementara pesien bisa bertahan hidup dengan alat itu," kata Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas dan Promosi Kesehatan RSUD Sulthan Daeng Radja, Gumala Rubiah, Rabu (9/1).

Gumala mengatakan, dari 37 orang pesien. Pihaknya telah merujuk 34 pesien, sedangkan 3 orang pesien yang tersisa dipastikan akan mendapat rujukan yang sama jika pihak penyediah BHP tidak mengirimkan persediaan agar layanan untuk pesien sakit HD‎ tetap berjalan.

"Kita ada 37 pesien, sisanya 3 pesien yang bertahan hingga minggu depan. Sebagian besar sudah kita rujuk, kalau kita rujuk juga belum tentu rumah sakit tujuan punya persediaan,‎"ungkapnya.
 

Penulis : Fitriani Lestari

Editor : Fritz Wongkar