Tega.. !! Tangan Ayah Dibacok Anak Hanya Karena Persoalan Mangga

Tega.. !! Tangan Ayah Dibacok Anak Hanya Karena Persoalan Mangga
Caceng Limpo (61) dibacok anak saat ketahuan makan mangga masak milik anaknya. [Foto; Saleh Sibali/KabarMakassar.com]

KabarMakassar.com -- Caceng Limpo (61) seorang ayah asal lingkungan Kalappo, Manggarabombang, Kabupaten Takalar harus dirawat dirumah sakit lantaran dibacok anaknya sendiri.

Luka menganga ditangan Caceng Limpo sedalam 30 centimeter bermula saat anaknya yang kini menjadi tersangka yakni Naing Sarro (27 tahun) mencari sebuah mangga dirumahnya. Namun sang ayah mengaku jika mangga yang disimpan anaknya sudah habis dilahap saat Naing tak berada dirumahnya.

Tiba-tiba dengan nada keras Naing bertanya kepada ayahnya persoalan mangganya yang sudah ludes dilahap, tak disadari Caceng Limpo anaknya langsung membacok tangannya dan punggung hingga meringis kesakitan.

Polres Takalar bergerak cepat saat mendapatkan informasi penganiayaan tersebut. Tim Hantu malam, Resmob Takalar dibantu Buser Polsek Mangarambombang Takalar Sulawesi Selatan, berhasil 
bekuk pelaku di poros jalan lintas kabupaten saat hendak naik mobil menuju kota Makassar.

Kapolsek Manggarabombang, AKP Sudirman membenarkan jika kejadian keji tersebut dilakukan anak korban sendiri. Dimana hanya persoalan sepele karena mangga yang sudah matang dimakan oleh orangtuanya, sehingga tersinggung dan melakukan tindak kekerasan dan penganiayaan.

"Jadi ceritanya mangga masak sebiji yang diambil korban dan pelaku dengan nada keras bertanya ke korban namun mangga tersebut sudah habis dimakan korban. 

Tiba tiba pelaku hampiri korban usai bertanya, dan langsung membacok korban dengan senjata tajam berupa parang. Korban tersungkur ketanah dengan penuh luka serius", jelas Kapolsek Mangarambombang, AKP Sudirman, Selasa (8/1).

Polisi pun mengamankan barang bukti berupa 1 buah parang tajam, serta membawa korban ke RS takalar untuk dilakukan perawatan medis serius.

Kini pelaku digiring ke Mako Polsek mangarambombang dan jeruji besi menantinya, dan dikenakan pasal 351 ayat 2, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Penulis : Saleh Sibali

Editor : Fritz Wongkar