HWDI Akan Fokus Mengawal Kasus Asusila Di Tana Toraja

HWDI Akan Fokus Mengawal Kasus Asusila Di Tana Toraja
Himpunan Wanita Disabilitas indonesia (HWDI) Sulsel, Maria Un

KabarMakassar.com -- Himpunan Wanita Disabilitas indonesia (HWDI) Sulsel, Maria Un akan terus mengawal dan mendampingi bersama rekan-rekan pemerhati. Perempuan disabilitas berusia 36 tahun menjadi korban percobaan pemerkosaan yang dilakukan oknum guru honorel, di Desa Loka, Lembang Bau, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja,  beberapa waktu lalu. 

Ketua HWDI Sulsel, Maria Un, mengungkapkan, untuk Perlindungan hukum jelas akan dilakukan, apalagi korban berusia 36 tahun. HWDI kata wanita yang akrab disapa Mia ini,  akan terus mengawal dan ikut mendampingi bersama rekan-rekan pemerhati yang menimpa seorang disabilitas.  

"Proses pendampingan dan penguatan kepada keluarga korban itu yang paling penting, disamping visum yang tentunya akan dilakukan,"kata Mia. 

Untuk proses kasus tersebut tentu akan mengacu pada KUHP dengan tidak mengabaikan pasal 2 dalam UU Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Sedangkan untuk profesi atau pekerjaan tentu juga akan mengacu kepada UU terkait. 

"Dengan kasus asusila terhadap penyandang desabelitas, itu pernah diterapkan oleh teman di LBH untuk contoh kasus yang sama pemerkosaan dan korbannya juga disabilitas intelektual. Tetapi yang paling penting untuk dilakukan adalah pendamping korban dan keluarga, dan akan diutamakan korban. Kami dari HWDI akan fokus pada kasusnya,"ujarnya. 

Saat ini, polisi sementara menangani dan kami tetap berkomunikasi dengan unit PPA Polres Toraja dalam hal ini kanit tersebut.
 

Penulis :

Editor : Fritz Wongkar