PerDIK Sulsel: Polres Tator Harus Tegas Terhadap Pelaku Asusila

PerDIK Sulsel: Polres Tator Harus Tegas Terhadap Pelaku Asusila
Direktur Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK), Abdul Rahman

KabarMakassar.com -- Direktur Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK), Abdul Rahman, meminta ketegasan Polres Tana Toraja untuk segera menahan pelaku percobaan pemerkosaan terhadap korban penyandang disabilitas di Tana Toraja.

Direktur PerDIK Sulsel, Abdul Rahman ini mempertanyakan status pria yang merupakan terduga pelaku berinisial PL (40 tahun) yang saat ini masih dalam status wajib lapor.

"Ini menurut saya aneh, kenapa tidak ditahan pelakunya, jelas didalam ada wajib lapor. Nah wajib lapor itu jika barang bukti tidak ada, atau saksi tak ada. Nah ini saksi ada dan juga ada barang buktinya, kenapa mesti wajib lapor. Ini sudah jelas pencobaan pemerkosaan harusnya ditahan bukan wajib lapor"kata Direktur PerDIK Sulsel, Jumat (4/1).

Lanjut Abdul Rahman jika korban tidak mesti dibawa ke Makassar untuk diperiksa, ia mengatakan jika di masing-masing daerah sudah ada unit wilayah masing-masing perlindungan perempuan di daerah tingkat kabupaten pun ada.

"Saya kira tidak perlu ke Makassar, kan ada ditingkat kabupaten untuk perlindungan kekerasan terhadap perempuan"tambahnya.

Sementara itu pihak Polres Tana Toraja menampik jika pelaku dibebaskan, Polres Tana Toraja melalui KBO Reskrim Ipda Muh. Aksan Suwardy telah mendalami kasus percobaan pemerkosaan terhadap korban penyandang disabilitas tersebut.

Dikatakan Ipda Muh. Aksan Suwardy saat ini masih dalam penyelidikan, dimana jika hasil yang dilakukan pemeriksaan di Makassar telah selesai maka hal tersebut menjadi acuan untuk menetapkan terduga pelaku menjadi tersangka jika terbukti bersalah.

"Jadi korban akan di bawa ke Makassar untuk menjalani pemeriksaan, terkait apa yang dialami karena korban ini penyandang disabilitas sehingga perlu penyelidikan lebih dalam, jika terbukti benar baru kami tindak pelaku tersebut"katanya kepada KabarMakassar.com

Polres Tana Toraja hingga kini menanti hasil pemeriksaan korban yang dilakukan oleh Komisi perlindungan perempuan dan anak di Makassar.

Untuk diketahui sebelumnya Personil Polsek Bonggakaradeng telah mengamankan pelaku di Kampung Loka, Lembang (Desa) Bau, Kecamatan Bonggakaradeng, Rabu (2/1) siang.

"Pelaku diamankan berdasarkan laporan polisi yang masuk di Polsek Bonggakaradeng," ujar anggota polsek, Bripka Zamuel Panggeso.

Lanjutnya, dari keterangan salahsatu saksi, ED yang melihat pelaku bersama korban di semak-semak yang berada di samping rumahnya dalam keadaan tanpa busana dan diduga telah melakukan persetubuhan. "Pihak keluarga korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian ini ke polsek," tambah Zamuel.

Hingga kasus tersebut diserahkan ke Polres Tana Toraja untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap terduga pelaku yang berprofesi sebagai guru honorer.

Penulis : Redaksi

Editor : Fritz Wongkar