Polres Toraja: Kasus Asusila Guru Honorer Tak Cukup Bukti

Polres Toraja: Kasus Asusila Guru Honorer Tak Cukup Bukti
Polisi olah TKP dilokasi upaya pemerkosaan yang dilakukan PL terhadap penyandang disabilitas di Bonggakaradeng, Tana Toraja. (IST)

KabarMakassar.com -- Polres Tana Toraja melalui Kasat Reskrim, AKP Jhon Paerunan menyatakan jika guru honorer PL (40 tahun) yang melakukan percobaan pemerkosaan di Bonggakaradeng pada Minggu (30/12) tak cukup bukti.

AKP Jhon Paerunan mengatakan jika terlapor PL saat diperiksa Polres Tana Toraja mengaku belum melakukan persetubuhan dengan korbannya yang mengalami gangguan mental (Disabilitas). 

Menurut Kasat Reskrim, AKP Jhon Paerunan, dihadapan penyidik terlapor mengaku jika tidak melakukan persetubuhan, dirinya hanya baru membuka baju korban dan tidak melakukan apa-apa disemak-semak di Desa Loka, Lembang Bau, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja.

"Terlapor PL dibebaskan dan wajib lapor, ia hanya hendak melakukan upaya pemerkosaan dan kepergok warga di TKP"kata AKP Jhon Paerunan, Jumat (4/1).

Sementara korban kini di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Dikabarkan pula jika pelaku kepergok oleh Ibu korban dan berteriak minta tolong kepada warga. Sehingga pelaku diamankan oleh Polsek Bonggakaradeng dan mendapatkan pemeriksaan. 

Namun informasi yang diterima dari Polres Tana Toraja pelaku upaya pemerkosaan dibebaskan dan wajib lapor di Polres Tana Toraja karena tak cukup bukti memperkosa korban penyandang disabilitas.

Penulis : Andarias Padaunan

Editor : Fritz Wongkar