Kabar Makassar

Ini Tuntutan Aksi Teaterikal Kamisan Makassar

Aksi Kamisan Makassar

  • Rubrik : Umum
  • Penulis : Muhammad Fajar Nur
  • Terbit : Terbit 22/2/18
Ini Tuntutan Aksi Teaterikal Kamisan Makassar
Para pemain dalam teatrikal Aksi Kamisan Makassar ke-12. (Foto: KabarMakassar.com)

KabarMakassar.com --- Aksi Kamisan Makassar ke-12 tidak lelahnya menyuarakan perjuangan melawan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di depan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar.

Kali ini, Aksi Kamisan Makassar membawa suasana baru dalam memperjuangkan suara rakyat. Aksi Kamisan Makassar ke-12 yang bertema "Tolak RKUHP & UU MD3" diwarnai dengan aksi teatrikal.

Aksi teatrikal ini ditampilkan oleh 10 orang yang berperan sebagai Petani, Mahasiswa, Pers,  dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Teatrikal ini dimulai pada pukul 16:00 WITA dengan menampilkan Muhammad Idris sebagai petani yang memohon pertolongan dari masyarakat Indonesia.

"Tolong saya, Tolong saya, Kami sebagai rakyat menderita. Kenapa semua diam, kenapa?," ungkap pria yang memerankan petani.

Selanjutnya petani tersebut berlari ke arah Dewan Perwakilan Rakyat dan memohon untuk dibantu.

Sayangnya, Maya dan Pipit yang berperan sebagai anggota DPR tidak memberikan perhatian sama sekali dengan petani dengan alasan adanya proyek yang lebih penting dibanding permasalahan petani.

"Sebentar ini proyek besar pak, ini juga proyek penting, sebentar yah," respon anggota DPR kepada petani dalam penampilan teatrikal Aksi Kamisan Makassar.

Petani yang membawa kartu kuning di hadapan masyarakat dan anggota DPR kemudian terjatuh kelelahan dan berharap agar masyarakat untuk bangkit dan melawan segala pelanggaran HAM.

"Jika semua diam, kepada siapa kami mengadu," tutur petani yang kemudian terjatuh.

Para pemeran masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang kemudian melepas lakban hitam di mulut mereka sebagai simbol terkekangnya suara masyarakat dan mengangkat kartu merah.

"Kartu merah ini untuk pemerintah dan kepada siapapun yang mengeluarkan aturan hanya untuk diri mereka sendiri dan membelengu kebebasan dan hak masyrakat. Ini bukan saatnya kartu kuning, ini saat memberikan kartu merah untuk melawan siapapun yang berusaha membungkam kritik-kritik membangun dari masyrakat," ungkap Humaerah Jaju, selaku Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Makassar.

Aksi Kamisan Makassar berakhir pada pukul 17:00 WITA dengan kegiatan foto bersama para pemain teatrikal dan relawan Aksi Kamisan Makassar.

Aksi Kamisan Makassar ke-12 menyatakan sikap:

1. Tolak Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) yang telah disahkan DPR RI. 

2. Atas disahkannya UU MD3 tersebut, kami memberi kartu kuning kepada anggota DPR RI. Kartu kuning ini sebagai simbol peringatan dan teguran kami selaku rakyat kepada para anggota DPR RI. Kami merasa bahwa ternyata DPR RI hari ini lebih melindungi dirinya dibanding rakyat yang memilihnya.

3. Hentikan seluruh usaha untuk mengesahkan draft revisi RKUHP yang sedang dibahas DPR karena cacat demokrasi dan mengabaikan UU Pers No 40 tentang Pers

4. Meminta pemerintah untuk menarik RKUHP dan membahas ulang dengan berbasis pada data dan pendekatan lintas disiplin ilmu, dengan pelibatan bersama seluruh pihak, kelompok dan lembaga-lembaga terkait

5. Mendesak pemerintah dan DPR RI agar dalam menyusun UU MD3, RKUHP dan produk hukum lainnya hendaknya semangatnya/spiritnya melindungi rakyat, bukan penguasa.


Pemprov