Kelas Menulis di SDN KoSamJa

Menulis Dalam Sekolah

Kelas Menulis di SDN KoSamJa

Kabarmakassar,--Sastrawan masuk sekolah. Meski cuma beberapa jam tapi kelas menulis di SDN Kompleks Sambung Jawa (KoSamJa), Makassar, disambut antusias murid. 

Dua penulis muda, yakni Damar Al Manakku dan Irhyl R. Makkatutu, pada Sabtu (24/2/2018), berbagi pengalaman menulis di SDN KoSamJa, khususnya murid-murid kelas 6A dan 6B.

Damar dan Irhyl yang banyak menulis cerpen dan puisi itu berbagi pengalaman seputar bagaimana menemukan ide, tips menulis, manfaat menulis yang sifatnya lebih memberikan motivasi agar anak-anak berani menulis. Apalagi ada pelajaran mengarang di sekolah yang memang sangat relevan dengan aktivitas tulis-menulis.

Damar menuturkan, selama di kelas dia lebih banyak membahas mengenai proses mengarang. Sebagai tahap awal, anak-anak diajak membuat puisi.

"Puisi itu ibarat tempat menceritakan hidup, juga menumpahkan keluh kesah," jelas Damar di depan murid-murid kelas 6A.

Penulis buku kumpulan puisi "Pulanglah Daeng" ini kemudian meminta anak-anak praktik menulis puisi dengan tema Ayah atau Ibu. Menurut Damar, hari itu juga anak-anak mampu menyelesaikan tantangan yang diberikan.
"Sebagai pemula, karya anak-anak lumayan bagus. Ada ungkapan polos yang terbaca di sana," ungkap Damar usai sesi kelas menulis yang dibawakannya.

Sementara Irhyl R. Makkatutu yang berbagi pengalaman di kelas 6B menekankan pentingnya membaca jika mau jadi seorang penulis. 

"Tulisan yang baik hanya bisa dibuat jika penulisnya rajin membaca," pesan penulis buku kumpulan cerpen "Tetirah" itu. 

Dengan membaca maka penulis memiliki referensi yang cukup, wawasan yang luas, untuk mengembangkan karangan atau tulisannya.

Irhyl juga mewanti-wanti anak-anak agar tidak melakukan plagiarisme alias menyontek karya orang lain tapi diakui sebagai karyanya. Plagiat atau menyontek merupakan perbuatan yang tidak terpuji.

"Anak-anak mesti bangga dengan karya sendiri," pungkasnya.(*)

Penulis :

Editor :