Perusda
Bank SUlsel Bar

Mengenal Kader HMI Perempuan Asal Deli Serdang

on 16/2/18 Oleh Suharlim Syamsuddin
Mengenal Kader HMI Perempuan Asal Deli Serdang
Ketua Umum Kohati HMI Cabang Persiapan Deliserdang, Sumatera Utara (kanan) Irma Yanti Sitorus dan Wartawan KabarMakassar.com, Suharlim Syamsuddin.

KabarMakassar.com ---- Dia bernama Irma Yanti Sitorus, salah satu Kohati terbaik di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan, Sumatera Utara.

Sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Kohati Cabang untuk Persiapan Deli Serdang yang Insya Allah secepatnya akan menjadi cabang penuh.

Karena statusnya masih persiapan sehingga HMI Cabang Deli Serdang tidak punya hak suara pada forum musyawarah Himpunan Mahasiswa Islam khususnya di Kongres HMI Ke-30 ini.

Meskipun demikian, perempuan kelahiran 22 April 1993 ini tetap bersemangat untuk menghadiri hajatan dua tahunan organisasi tertua di Indonesia ini.

Tak hanya itu, pihaknya rela meninggalkan kerjaan sehari -  harinya sebagai tenaga pengajar di salah satu tempat kursus di Kota Medan.

Salah satu alasannya adalah untuk menambah pengalaman di Organisasi yang baru saja melakukan Milad ke - 71 pada 05 Februari lalu.

Apalagi, menurutnya, cabang Deli Serdang baru kali pertama terdaftar sebagai peserta peninjau di Musyawarah Nasional Kohati Ke XXII di Kota Ambon Manise.

Dengan itu, ia mengaku mampu membawa aspirasi dari Kohati cabang Deli Serdang guna menyampaikan program pemebenaham di internal maupun di eksternal Kohati Deli Serdang.

"Saya ingin menyampaikan secara langsung aspirasi kawan -  kawan kohati baik di intenal kami maupun di eksternal cabang Deliserdang," ujar Irma Yanti, saat di jumpai di arena Kongres HMI ke - 30 di Kota Ambon, Jumat 16 Februari 2018.

Sebelumnya, kami bertemu beberapa tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2013. Pertemuan itu dalam satu hajatan organisasi paguyuban, Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah Seluruh Indonesia (IKAHIMSI) yang digelar di Kota Makassar.

Perempuan asal Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara ini tampak hebat dan berkarakter apalagi setelah tampil menjadi salah satu pimpinan sidang dari perwakilan perempuan pada kegiatan tersebut.

Forum yang digelar di kandang Makassar yang konon dikenal dengan beragam dinamika ini tidak membuat mentalitasnya menurun.

Namun, tetap tampil percaya diri dan fleksibel meskipun dirinya sebagai perempuan. Ia tetap saja menjalankan fungsi -  fungsinya sebagai presidium sidang dengan baik.

Lantatan sudah terbina dengan budaya Batak Melayunya, Irma Yanti Sitorus tampil sebagai sosok perempuan tegas dan berintegritas pada saat itu.

Mungkin benar kata orang, bahwa orang Medan tidak gentar bagaimana pun dengan dinamika forum karena sudah terbiasa diterpa dengan dinamika seperti itu. Apalagi kultur Medan dan Makassar itu memang hampir sama.

Pertemuan saya dengan alumni Universitas Medan ini ternyata tidak sia -  sia, dan interaksinya terus berlanjut meskipun melalui Sosial Media. Sampai perkenalan kami semakin dekat, lebih dari sebatas teman saja.

"Kita bukan hanya teman taktis yang bertemu saat momentum saja tapi juga teman Ideologis, teman diskusi dan teman berbagi pengalaman, begitu kan bang," kata dia.

Pada pertemuan pada tahun 2013 itu menuai kesan yang tak terlupakan. Sebab, kami bercerita tentang banyak hal termasuk soal Rumah Besar Himpunan Mahasiswa Islam. Karena kebetulan sama-sama pernah di Basic bahkan di Intermediate Training (LK II) di organisasi tertua ini.

Kemudian, harapan untuk ketemu lagi tercapai di kongres Himpunan Mahasiswa Islam ke-29 di Pekanbaru. Nostalgia pun kembali berulang. Hingga singkat cerita, kami berharap akan bertemu lagi di suatu saat nanti.

"Insya Allah sampai jumpa di Kota Ambon Manise bang," begitulah percakapan kami saat berinteraksi di sosial media.

Percakapan tersebut berlangsung setelah adanya keputusan tentang tuan rumah kongres HMI ke - 30. Alhasil, harapan itu tercapai.

Perjumpaan kami kali ini di Kota Ambon Manise sedikit berbeda dari sebelumnya. Kami tidak hanya sekedar bernostalgia tapi sesekali berekspektasi, apa dan bagaimana rencana di hari esok dan seterusnya.

Ketua Umum Kohati HMI cabang persiapan Deli Serdang ini mengaku ingin terus berkarir dijenjang organisasi yang didirikan oleh Prof. Lafran Pane.

Setelah menjabat sebagai Ketua Kohati, pihaknya disarankan oleh beberapa pihak untuk menjadi calon Ketua Kohati Badan Koordinasi Sumatera Utara.

Saya hanya sarankan, bahwa teruslah berkarir di organisasi ini selama masih ada kesempatan. Jika saat ini engkau menjabat sebagai Ketum Kohati Cabang, mungkin di hari esok kamu akan menjadi Ketum Kohati Badko di Sumut bahkan PB HMI.

"Selama kita masih terus berjuang dan bersyukur serta ikhlas menjalani proses perjuangan itu maka Yakin Usaha Sampai," saranku pada dia. (*)