Dokter dan Perawat RS Salewangan Maros Mogok Kerja

Dokter dan Perawat RS Salewangan Maros Mogok Kerja

KabarMakassar.com -- Puluhan tenaga medis Dokter dan perawat rumah sakit daerah ( RSUD)  Salewangan, Kabupaten Maros menggelar aksi unjuk rasa memprotes buruknya Kinerja management rumah sakit. 

Aksi ini dilakukan dengan membentangkan spanduk aksi dan momok kerja melayani pasien. 

Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes dokter dan tenaga medis terhadap management Rumah Sakit yang dinilai buruk dan tidak transparan mulai dari alur pembagian BPJS hingga dugaan penyelewengan Dana BPJS. 

Selain itu,  minimnya sarana dan prasarana kesehatan serta management yang tidak transparan hingga carut marutnya lalu lintas proses Coding turut menjadi sorotan para Dokter dan Tenaga medis ini. 

Dalam aksinya, para tenaga medis dan dokter ini berdalih,  mereka merupakan korban dari managemen dan tata kelola rumah sakit yang tidak profesional, akuntabel dan transparansi, sehingga setiap keluhan pasien tertuju pada tenaga medis dan dokter yang menjadi kambing hitam. 

Dari Komite Medik, Dokter Khaeruddin menyampaikan, dan meminta kepada Bupati untuk melakukan reformasi sistem management menjadi lebih sehat dan efektif berupa reformasi sistem pelayanan dan sistem informasi rumah sakit. Dan meminta kepada BPK / BPKP dan inspektorak untuk  melakukan audit secara menyeluruh di management di RS Salewangan ini. 

"Kami mogok untuk pelayanan yang lebih baik.  Buruknya pelayanan telah menjadi sorotan beberapa waktu belakangan ini. Kami Dokter adalah korban dari management dan tata kelola rumah sakit yang tidak transparan,"keluhnya. 

Dengan aksi mogok  ini,  juga berdampak pada penumpukan ratusan pasien rumah sakit di Ruang Polik Klinik yang tidak terlayani sama sekali oleh tenaga medis. Banyak diantaranya mengeluh lantaran telah menunggu sejak pagi hingga siang namun tidak ada kejelasan. 

Sementara, Humas RSUD Salewangan Maros, Ratna Edy  mengatakan. Rencana aksi mogok para tenaga medis ini akan tetap berlansung sampai tuntutannya terpenuhi.  Meski demikian pihak rumah sakit sementara melakukan mediasi terkait Tuntutan para Dokter dan perawat. 

"Kami dari managemen sementara melakukan media dengan teman-teman dokter, agar permasalahan dapat diselesaikan,"ujarnya. 

Meski aksi mogok ini tetap berlangsung, namun sejumlah ruangan seperti IGD dan ruang perawatan lainnya tetap berjalan dengan normal. Hanya satu ruangan yakni polikklinik yang sama sekali tidak dilarang oleh tenaga medis. 

Salah seorang pasien, Ramlawati mengatakan, saya mau obat saraf,  tiba-tiba dokter tidak ada.  "Tidak ada dokter masuk baru kita sudah lama menunggu.  Kecewa, karena lama mengantri,"katanya.

Penulis :

Editor :