Kesal Jalan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan 

Fitriani Lestari

Kesal Jalan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan 

KabarMakassar.com - Puluhan warga Kacibo, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba nekat menanam pohon pisang dan kelapa di tengah jalan. Ini bentuk kekesalan warga karena kerusakan jalanan sepanjang 2 Kilometer (Km) yang tak kunjung diperbaiki. 

"Kondisi jalan rusak ini sudah sejak 1992 lalu, belum hingga kini belum disentuh perbaikan. Pemerintah dan DPRD terkesan tutup mata dengan kondisi ini," kata salah seorang warga Kacibo, Nasir, ketika ditemui di lokasi, Sabtu (1/12). 

Nasir mengatakan, kalaupun ada perbaikan dengan menutupi jalanan lubang dengan batu kerikil, itu hanya swadaya masyarakat. Para warga bergotong royong memikul kerikil untuk menutupi jalan lubang. Itu sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu. 

"Jadi melakukan aksi protes, untuk mengingatkan pemerintah maupun wakil rakyat di DPRD Bulukumba agar ada perhatian untuk memperbaiki jalanan di desa ini. Saya tidak bisa menghitung lagi adanya kecelakaan di sini. Apalagi, desa kami menghasil produksi pertanian diantaranya, merica (lada)," kata Nasir. 

Senada dikatakan Naim. Dia menambahkan, saat musim kemarau jalan sepanjang kurang lebih 4 Km ini dipenuhi debu yang masuk ke dalam rumah warga. Saat musim penghujan, becek dan lubangnya dipenuhi air serupa kubangan kerbau.

"Kami sangat kesulitan untuk menjual hasil bumi kami lada. Karena kondisi jalan yang memprihatinkan,"kata Naim.

Naim warga lainnya mengaku, warga tidak akan mencabut pohon pisang dijalan sampai ada kejelasan pemerintah mengenai pernaikan jalanan yang menghubungkan Pa"langisang kecamatan Ujung Loe itu.

"Kami berharap, pemerintah turun tangan melihat kondisi kami,"ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satri Yulianto yang dimintai tanggapan mengungkap, jika pihaknya segera minta dinas Pekerjaan Umum (PU) Bulukumba untuk melakukan peninjauan demi melihat secara langsung kondisi Jalanan di Kacibo.

"Selama itu jalan kabupaten dan sudah masuk dalam musrembang pasti akan menjadi perhatian pemerintah. Hanya karena anggaran kita sangat terbatas maka pembangunan infrastruktur kita dilakukan secara bertahap,"pungkasnya. 

Penulis :

Editor :