Kabar Makassar

Alat Peraga Paslon Bupati Jeneponto Rawan, Panwas Perketat Aturan Main

Pilkada Jeneponto

  • Rubrik : Tokoh
  • Penulis : A. Nurul Gaffar
  • Terbit : 1 pekan, 3 hari lalu
Alat Peraga Paslon Bupati Jeneponto Rawan, Panwas Perketat Aturan Main
Suasana saat rapat koordinasi terkait pemasangan alat peraga bersama stakeholder yang terlibat dalam proses Pilkada Kabupaten Jeneponto 2018. [Foto: Nurul Gaffar]

Kabarmakassar.com --- Komisi Pemilhan Umum Daerah ( KPUD ) Jeneponto menggelar rapat koordinasi pemantapan alat peraga dengan semua stakeholder di ruang media center KPU Jeneponto, Selasa 13 Februari 2018.

Pasca ditetapkannya empat Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto yang digelar digedung Sipitangarri, Jeneponto.

Paslon Mulyadi Mustamu – Muh. Kasmin Makkamula (Mukmin Bisa), Muhammad Sarif – Andi Tahal fasni (Syafaat), Iksan Iskandar – Paris Yasir (Siap), Andi Baharuddin Baso Jaya – Isnaad Ibrahim (Barani Uranta) ini telah ditetapkan menjadi kontestan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan mengikuti pertarungan pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Terkait dengan itu, rapat koordinasi pemantapan alat peraga melibatkan Pimpinan Panwaslu, Polres, Kodim, Sat Pol PP, dan Tim Liasion Officer (LO) dari masing-masing pasangan calon.

Komisioner KPU Jeneponto Divisi Parmas dan SDM, Samsuddin mengatakan, inilah yang dicarikan titik pemasangan baliho itu. Kami sudah koordinasi dengan pihak yang terkait.

“Masing-masing berkoordinasi dengan penyelenggara dibawah antara PPK, PPS, dan camat. Kami sudah buat surat keputusan terkait lokasi pemasangan alat kampanye yang dilarang. Termasuk dilarang memasang dipinggir jalan  yang berdekatan dengan masjid, atau tempat ibadah, rumah sakit, gedung milik pemerintah, sekolah. Pemasangan alat peraga berdasarkan estetika, dan harus mendapat izin,” jelas Samsuddin.

Sedangkan, Ketua Panwaslu Jeneponto, Saiful menegaskan, larangan pemasangan alat peraga itu tanpa terkecuali branding, baliho, banner, spanduk, dan alat peraga lainnya harus dibersihkan dulu.

“Nanti setelah ada titik yang disepakati dimana tempatnya ,Kami juga tidak bisa bertanggungjawab terkait alat peraga ini," ungkap Saiful.

Sehingga dalam kesempatan ini, dia minta kerjasama dari masing-masing pasangan calon. "Desain alat peraga pasangan calon harus berkordinasi dengan KPU. Makanya pemasangan alat peraga itu sesuai dengan peraturan KPU,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto menyampaikan, terkait mobil branding  harus ada  izin karena merubah warna itu pelanggaran.

“Mobil branding banyak yang menjadi sasaran, karena banyak saudara kita sangat fanatik terhadap pasangan calon, kemudian ketemu didaerah lain,maka terjadi pengrusakan," tegas Kapolres Jeneponto.

Dalam aturan Kepolisian itu sangat tidak boleh sebenarnya, mungkin boleh tapi dikawal, tidak boleh jalan sendiri,” tutur Kapolres AKBP Hery Susanto.

Dalam rapat koordinasi pemantapan alat peraga dihadiri Komisioner KPU Jeneponto Samsuddin, Andi Hertasning, Tiga Pimpinan Panwaslu Jeneponto yakni Saiful, Hamka Lau, Sampara Halik, Kapolres AKBP Hery Susanto, Kasdim 1425 Mayor Inf Kamaluddin Samad, Sekretaris Dinas Sat Pol PP, Akhmad Sahid, dan LO pasangan calon. (*)