Tulang Belulang Manusia Berserakan di Bibir Pantai Takalar

Saleh Sibali

Tulang Belulang Manusia Berserakan di Bibir Pantai Takalar

Kabarmakassar.com - Abrasi yang terus menggerus pantai di Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara,Takalar, membuat puluhan kuburan amblas. Bukan hanya itu, tulang belulang manusia yang terkubur puluhan tahun juga berserakan di bibir pantai.

Informasi diperoleh KabarMakassar.com di lokasi, abrasi di sepanjang bibir pantai Sampulungan ini, diduga kuat disebabkan penambangan pasir laut yang di kelola oleh perusahaan raksasa asal Belanda. 

"Bukan hanya kuburan yang amblas, tetapi ada puluhan rumah warga yang ada di dekat pantai Sampulungan ikut rusak akibat abrasi ini," kata salah satu warga bernama Muhaimin. 

Dia mengatakan,penambangan pasir laut tak tanggung tanggung sejauh kurang 20 meter tanah daratan tempat pekuburan mengalami longsor usai dihantam ombak air laut

"Perekonomian warga pun lumpuh lantaran lokasi yang tak jauh dari makam tempat sandar kapal para nelayan sudah tak ada lagi akibat dampak abrasi ditimbulkan penambangan pasir," katanya.

Warga Desa Sampulungan meminta terhadap pemerintah. Penambangan pasir laut segera dihentikan dan pemerintah jangan terkesan tutup mata dampak abrasi yang lebih besar.(*)

Penulis :

Editor :