Perusda
Bank SUlsel Bar

TAJUK: HUT Sulsel Ke-349 Tanpa Kemeriahan

Editorial

on 19/10/18 Oleh Hendra N. Arthur
TAJUK: HUT Sulsel Ke-349 Tanpa Kemeriahan
ilustrasi

KabarMakassar.com -- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Selatan Ke-349 baru kali ini dilakukan tanpa perayaan istimewa maupun euforia lainnya.

Pemimpin baru Sulsel saat ini lebih memilih memperingati HUT Sulsel dengan menggelar Rapat Istimewa di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Suasana perayaan HUT Sulsel berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya. Beragam expo hingga pesta rakyat yang menampilkan keunggulan daerah tak terlihat sama sekali.

Provinsi yang menjadi pintu gerbang kawasan timur Indonesia ini ternyata lebih memilih berduka bersama korban bencana di Sulawesi Tengah. Pasca bencana geologi yang menghancurkan sebagian Kota Palu, Donggala dan Sigi.

"Sulawesi lagi berduka. Tak layak kita membuat perayaan yang bisa membuat hati mereka tanpa sedih," demikian pernyataan Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah saat ditemui awak media di ruang kerjanya yang belum tiga bulan di tempati beberapa waktu yang lalu.

Hal sama juga dirasakan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaeman yang justru mengeluarkan surat edaran terkait imbauan untuk larangan menggelar acara budaya yang berbau syirik selama masa tanggap darurat pasca bencana Sulteng. 

Hal ini disampaikan Wagub Sulsel melalui surat edarannya ke seluruh Pemerintah Kabupaten/kota di Sulsel bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjelang HUT Sulsel yang jatuh hari ini.

Meskipun sempat terjadi kekeliruan dalam surat edaran Wagub ini. Bahkan viral di sejumlah media sosial khususnya Whats App Group (WAG) milik komunitas pejabat di lingkungan Pemprov Sulsel dan sejumlah grup-grup jurnalis.

Surat edaran itu ramai di perbincangkan karena masalah budaya dan syirik, juga karena memiliki cacat administrasi seperti tidak adanya tanggal penetapan dan kop surat yang keliru. 

Informasi tersebut beredar hingga menjadi perbincangan hangat di sejumlah warung kopi dan tempat nongkrong lainnya. (*)