Perusda
Bank SUlsel Bar

Gelombang Pengungsian Sulteng Sisa 550 Orang di Asrama Haji

1 week, 4 days ago Oleh Hendra N. Arthur
Gelombang Pengungsian Sulteng Sisa 550 Orang di Asrama Haji
Foto: Saleh Sibali

KabarMakassar.com -- Sebanyak 2.394 pengungsi asal Sulawesi Tengah di Asrama Haji Sudiang Makassar telah dijemput keluarganya.

Selain itu, ada pula yang berpindah ke kota dan kabupaten lain yang merupakan daerah asal mereka. 

"Sisanya 550 orang masih bertahan di asrama haji. Akan kami fasilitasi ke tempat tujuan yang mereka inginkan," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan Ilham A Gazaling saat menerima kunjungan rombongan Tim Bantuan Kemensos di Makasaar, Rabu 10 Oktober 2018.

Dia mengungkapkan solidaritas warga Sulteng sejak hari pertama gempa terus mengalir. 

Baik makanan, pakaian, dan relawan terus berdatangan. Kebutuhan makanan dan minuman juga telah tercukupi dari Dapur Umum Lapangan yang dikelola Tagana Sulsel. 

"Begitu banyak bantuan yang datang sehingga rencananya dalam waktu dekat akan didistribusikan ke Palu, Donggala dan Sigi," katanya.

Sementara itu berdasarkan data Posko Pengungsi Korban Bencana Gempa asal Sulteng sejak hari pertama posko dibuka pada 29 September hingga 10 Oktober telah kedatangan 2.944 pengungsi. 

Sebanyak 550 orang tersebut sudah didata dan akan diberangkatkan ke berbagai tujuan. 

Dari jumlah tersebut sebanyak 487 orang menginginkan kembali ke Palu, 1 orang ke Medan, 6 orang ke Surabaya, 5 orang ke Jakarta, 5 orang ke Tarakan, 3 orang ke Ambon, 6 ke Balikpapan, 6 ke Semarang, 21 orang ke Makassar, 1 orang ke Gowa dan 9 orang ke Wajo.

"Kita bantu fasilitasi kepulangan bekerja sama dengan TNI AU, TNI AL dan Pelni," katanya.  

Ia juga telah berkoordinasi dengan dengan dinas sosial provinsi yang menjadi titik kedatangan pengungsi agar masing-masing dinas sosial membantu transportasi mereka hingga sampai ke tempat tujuan. 

Sementara terkait 487 orang di posko Asrama Haji Sudiang yang ingin pulang ke Palu. 

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Harry Hikmat mengatakan mereka memiliki harapan besar kelak dapat kembali ke kampung halaman.

Karena kondisi rumah mereka rusak berat dan tidak mungkin ditinggali dalam waktu dekat, maka untuk sementara mereka akan tinggal di posko. 

"Mudah-mudahan dengan gotong royong dan solidaritas semua pihak, proses penanganan korban bencana gempa dan tsunami Sulteng semakin cepat dan kondisi mereka semakin pulih sehingga ada semangat untuk memulai kembali kehidupan setelah terguncang bencana," harap Harry.