Perusda
Bank SUlsel Bar

TAJUK: Sukacita F8 Makassar dan Duka Palu

Editorial

1 week, 5 days ago Oleh Hendra N. Arthur
TAJUK: Sukacita F8 Makassar dan Duka Palu
Ilustrasi

KabarMakassar.com -- Keduanya sama-sama ibukota provinsi yang terletak di pulau Sulawesi. Kota-kota ini sama-sama menempati pulau yang mirip huruf "K". Bahkan, sama-sama memiliki Walikota atau Kepala Daerah yang masih aktif.

Sebelumnya Kota Palu, Sulawesi Tengah juga menggelar Festival Palu Nomoni pada akhir September lalu. Even yang digagas Pemerintah Kota Palu ini berhasil menarik perhatian ratusan bahkan ribuan warga Kota Palu dan sekitarnya.

Di saat kebahagiaan warga Kota Palu menyambut Festival Nomoni. Tiba-tiba getaran geologi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang Kota Palu pada saat perayaan itu digelar.

Bencana geologi yang dikenal dengan gempa itu. Diikuti gelombang tsunami setinggi 10 meter. Menghantam seluruh ornamen-ornamen festival kebanggaan warga kota itu.

Festival Palu Nomoni yang telah dirancang setahun sebelumnya. Tak lagi meninggalkan kesan kebanggaan. Melainkan ketakutan dan trauma mendalam bagi warga kota itu.

Hari ini. Kota Makassar juga menggelar Eight Festival Makassar Internasional yang dikenal dengan even F8. Festival serba delapan ini sudah ketiga kalinya digelar di Makassar.

Beragam pujian terus berdatangan. Dua tahun terakhir ini, kesuksesan even F8 mendapat respon positif dari dalam dan luar negeri. Apalagi even ini memiliki akurasi yang sangat detail.

Tak heran, jika Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi luar biasa. Bahkan, festival internasional ini telah masuk dalam kalender even pariwisata nasional.  

Di tengah duka yang melanda bagian tengah pulau Sulawesi. Negeri ini masih menyimpan trauma. Sulawesi berduka, kesedihan mendalam masih terasa hingga saat ini.

Apakah even internasional F8 ini akan mengulang kesuksesan sebelumnya. 
Bagaimana sikap kita dengan pegelaran F8 ini. 

Apakah kita harus hanyut dengan euforia kemeriahannya. Ditengah ribuan gelombang kesedihan pengungsian bencana geologi Palu, Donggala dan Sigi di kota ini.

Haruskah mereka menyaksikan kemegahan festival even yang di pusatkan di anjungan pantai losari itu ?