Pemprov Ekspor Perdana Komoditi Lokal ke Eropa & Amerika

Ardiansah

Pemprov Ekspor Perdana Komoditi Lokal ke Eropa & Amerika

KabarMakassar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bekerjasama dengan PT Pelindo IV direct call perdana dari Makassar ke Eropa dan Amerika. Komoditi yang diekspor yakni: Kopi, Kayu Olahan dan rumput laut.   

“Ini adalah direct call perdana dari Makassar langsung ke Eropa dan Amerika. Sebelumnya, ekspor langsung ke dua benua tersebut harus melalui Surabaya dan Jakarta,”kata Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), Farid Padang. 

Dia menyebutkan, dalam direct call tersebut pihaknya melepas 11 kontainer untuk dikirim langsung ke Eropa dan Amerika dengan negara tujuan yaitu Spanyol, Perancis, Belanda dan Amerika Serikat.

“Sebanyak 11 kontainer komoditas asal Sulsel yang dikirim langsung dari Makassar pada hari ini hanya untuk tahap awal. Kedepan, tentunya jumlah tersebut akan terus ditingkatkan. Apalagi, kapasitas terpasang MNP cukup besar. 

Untuk Tahap I Paket A saja bisa mencapai 500.000 TEUs,” tukas Farid.

Terkait pembangunan PSN Makassar New Port (MNP), Farid Padang mengatakan, pembangunan ini dibagi dalam tiga tahap, yaitu Tahap I, II dan III. Untuk Tahap I, proses pembangunannya dibagi lagi per Paket, yaitu Paket A, B, C dan D. 

“Kami resmikan pengoperasiannya adalah pembangunan MNP Tahap I A yang dibangun pada 2015 hingga 2018, yaitu dermaga dan menelan total investasi untuk infrastruktur dan suprastruktur sebesar Rp2,51 triliun,” jelas Farid.

Dia menyebutkan, dengan total lahan seluas 1.428 hektare untuk pembangunan MNP Tahap I, II dan III, pihaknya menargetkan proyek yang 100% merupakan karya anak bangsa ini bakal menelan total investasi sebesar Rp89,57 triliun.

Farid merinci, selain Paket I A yang sudah diresmikan pada hari ini [Jumat], pihaknya masih terus melakukan pengerjaan untuk Paket I B yang menghabiskan anggaran total sebesar Rp1,66 triliun (2018 – 2020), Paket I C dengan besaran biaya Rp2,69 triliun (2020 – 2022) dan Paket I D dengan total investasi sebesar Rp6,14 triliun yang dibangun sejak 2015 hingga 2022 nanti.

Sementara untuk pembangunan MNP Tahap II yang pembangunannya bakal dimulai pada 2022 hingga 2025, pihaknya menargetkan investasi yang bakal diserap sebesar Rp10,01 triliun. 

“Dan untuk pembangunan MNP Tahap III atau tahap terakhir, akan dibangun juga pada 2022 hingga 2025 dengan besaran investasi senilai Rp66,56 triliun.”

Dia menyebutkan, hingga 2025 nanti MNP akan memiliki dermaga total sepanjang 9.923 meter, dengan total kapasitas terpasang nanti sebesar 17,5 juta TEUs per tahun. 

Adapun dermaga yang diresmikan pada hari ini, memiliki panjang 320 meter dengan kapasitas terpasang 500.000 TEUs. Pada Tahap I B, dermaga yang terbangun nanti memiliki panjang 330 meter dengan daya tampung 1 juta TEUs. Tahap I C, dermaga yang dibangun sepanjang 350 meter dengan kapasitas terpasang 1 juta TEUs dan Tahap I D, dermaga yang akan dibangun memiliki panjang 1.043 meter.

Sedangkan pada pembangunan MNP Tahap II, Pelindo IV akan membangun dermaga dengan panjang 3.380 meter dan memiliki daya tampung 5 juta TEUs. “Di Tahap III atau tahap terakhir nanti, dermaga yang dibangun akan memiliki panjang 4.500 meter dengan kapasitas terpasang 10 juta TEUs,” kata Farid.

Dia menuturkan, secara umum khususnya untuk pembangunan MNP Tahap I Paket A, proses pengerjaannya terbilang lebih cepat dari target yang dicanangkan. Sebab, pengerjaannya dilakukan serentak dari darat dan laut, sehingga bisa mempercepat proses pembangunan mega proyek tersebut. 

“Pengoperasin dan soft launching ini sekaligus untuk menunjukkan kepada publik, baik operator pengguna jasa serta semua asosiasi dan stakeholder yang terlibat dalam pelabuhan bahwa kehadiran MNP akan sangat membantu dan membuka ruang ekspor menjadi lebih besar," katanya.

Sebab kehadiran MNP lanjut Farid, akan menjadi hub besar di Indonesia Timur, utamanya untuk mengubah pola angkutan kapal-kapal berukuran besar sekaligus mengurai antrian yang terjadi di pelabuhan eksisting, di Terminal Petikemas Makassar (TPM). 


 

Penulis :

Editor :