Meresahkan, Tambang Ilegal di Takalar Segera Ditutup

Meresahkan, Tambang Ilegal di Takalar Segera Ditutup

KabarMakassar.com - Tambang ilegal di sejumlah titik di wilayah Takalar sudah sangat meresahkan warga. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar pun merespon cepat dengan segera menutup tambang tak berizin itu. 

“Sesuai hasil rapat Forkopimda (Forum Pimpinan Daerah) disepakati membentuk tim terpadu guna menertibkan tambang galian C tersebut,” kata Bupati Takalar, Samsari Kitta, lewat via Whatsapp (WA), Kamis (1/11/2018). 

Samsari mengatakan, tim terpadu yang akan dibentuk ini melibatkan aparatKepolisian, TNI , Satpol-PP dan instansi terkait lainnya. 

“Tim terpadu ini akan dibuatkan Surat Keputusan (SK),” kata orang nomor satu di Takalar itu. 

Senada dikatakan Wabup Takalar, Ahmad Dg Se’re. Ia mengatakan, pihaknya akan bertindak tegas kepada para penambang liar itu. 

“Tindakan para pelaku penambang liar ini memang tidak bisa ditolerir karena mereka termasuk penjahat lingkungan yang hanya mengejar keuntungan pribadi tanpa mempedulikan kerusakan lingkungan yang terjadi.,"katanya. 

Dia juga mengatakan, pihaknya sama sekali tidak pernah mengeluarkan izin apapun kepada para pelaku tambang liar itu, baik berupa izin percetakan sawah baru maupun pembuatan empang. 

“Izin tambang itu kan ranah pemerintah provinsi (Pemprov) Sulsel yang tetap dikoordinasikan dengan pemda. Namunpun demikian kita tidak pernah mengeluarkan rekomendasi apapun terhadap para penambang liar itu," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengurus pusat Laskar Merah Putih (LMP) membidangi lingkungan dan pertanahan, Djaya Jumain, mendesak Pemkab Takakar untuk menindak tegas para penambang liar yang kini banyak beroperasi di Takalar.

“Pemkab Takalar harus tegas. Siapapun yang melakukan aktivitas tambang liar mesti harus diproses hukum biar mereka jerah. Sebab jika tidak, tindakan mereka akan semakin menjadi-jadi dan yang dirugikan adalah pemerintah dan masyarakat,” katanya. 

Ia juga meminta agar Bupati Takalar menyeret para pelaku tambang liar ini ke pengadilan. 

“Biar mereka jerah dan menyadari bahwa aktvitasnya itu bisa memberikan ancaman serius terhadap keselamatan jiwa manusia dan lingkungan yang ada,” pungkasnya. 

     

Penulis :

Editor :