Perusda
Bank SUlsel Bar

TAJUK : Saatnya Gempa di Sulteng Ditetapkan Bencana Nasional

Oleh Upi Asmaradhana

3 weeks ago Oleh S. Wiryawan
TAJUK : Saatnya Gempa di Sulteng Ditetapkan Bencana Nasional
Saatnya Gempa di Sulteng Ditetapkan Bencana Nasional (Ilustrasi)

KabarMakassar.Com -- GEMPA yang disertai tsunami yang melanda Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah 28 September 2018, telah menelan korban jiwa yang begitu banyak, ditambah hancurnya sarana dan prasarana publik. 

Kita tentu sangat berduka atas musibah ini, apalagi Gempa di Sulteng, menambah duka rakyat Indonesia, setelah musibah serupa di Lombok Nusa Tenggara Barat. Duka masyarakat Indonesia serasa tak ada habisnya. 

Sayangnya, meski sudah memasuki hari ketiga, namun proses evakuasi terhadap korban yang tertimpa reruntuhan juga belum sepenuhnya lancar. Negara seolah-olah kebingungan mengatasi bencana ini. Kurangnya koordinasi di lapangan bukan saja membuat ketidakpastian tapi juga membuat keresahan.

Akibatnya bencana di Palu, tetiba menjadi horor bagi siapa saja, termasuk para relawan yang hendak masuk ke Palu lewat jalur darat. Bantuan kemanusiaan, justru dihadang di tengah jalan. 

Pemerintah sepertinya harus mengambil sikap tegas dari kasus ini, Kedatangan Presiden Joko Widodo pun tak serta bisa mengurai penangangan bencana tersebut. Masyarakat, khususnya korban saat ini butuh penanganan yang lebih terkoordinir, agar mereka bisa tertolong dan tertangani. Pagi ini sudah lebih 1000 korban jiwa yang meninggal disana.Ribuan pengungsi juga sudah bertebaran di sejumlah titik.

 Pemerintah sudah saatnya menetapkan gempa di Palu dan Donggala sebagai status Bencana Nasional, para korban butuh ditangani segera. Penetapan sebagai bencana nasional ini akan membuka pintu bagi para relawan internasional untuk masuk memberi bantuan, terutama dalam menolong para korban yang hingga saat ini masih banyak yang terjempit reruntuhan.

Sudah saatnya perdebatan perlu tidaknya status bencana nasional dihentikan. Nasib para korban dan tentunya penanganan pasca gempa menjadi prioritasnya. Jam-jam berikutnya menunggu Presiden bersikap. Segera !