Perusda
Bank SUlsel Bar

Bayi Pelajar Meninggal, Kepsek SMA 2 Anggap Musibah

Laporan: Andarias Padaunan

on 15/9/18 Oleh Redaksi
Bayi Pelajar Meninggal, Kepsek SMA 2 Anggap Musibah
Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan di Tana Toraja. [Foto: Andarias]

KabarMakassar.com, Tana Toraja -- Seorang siswa asal SMA Negeri 2 Tana Toraja terpaksa kehilangan bayinya setelah menjalani proses persalinan medis di Rumah Sakit Fatima Tana Toraja, Jumat,14 September 2018

Hal ini seperti disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tana Toraja Andarias yang di hubungi awak redaksi KabarToraja.com melalui telepon seluler miliknya yang membenarkan adanya kejadian ini.

"Ia benar pak dia siswa kami dari SMA 2 Tana Toraja. Tapi mau di apa itu bukan kehendak kita. Anggap saja itu musibah," kata Andarias yang terdengar dengan suara yang kurang nyaman memperoleh konfirmasi dari jurnalis Kabar Grup Indonesia ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tana Toraja, Pakiding Karaeng Baan menjelaskan siswa berinisial MR ini adalah siswa kelas 3 Jurusan IPS di SMAN  2 Tana Toraja yang dikabarkan telah melakukan hubungan badan dengan pria berinisial MY.

"Dari data yang kami dapatkan dari MR. Mereka kenal sejak pertengahan tahun 2017. Kemudian di awal Januari 2018 mereka melakukan hubungan badan di sebuah rumah kost. Dan sering sama -sama sampai di bulan Mei," tutur Pakiding

Kemudian, lanjutnya di bulan Juli mereka putus hubungan dari laki-lakinya MY yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. 

DIa menceritakan pelajar MR sekitar jam 5 sore ditemani tiga orang saudaranya ke RS Fatima. Kemudian jam 2 subuh akhirnya MR melahirkan. Namun pada jam 5 pagi bayinya tiba-tiba meninggal. 

"Mayatnya sekarang dibawa keluarga ke kampungnya di Lembang Buttu Sisong Kecamatan Makale Selatan," kata dia. 
 
Sedangkan MR masih dalam perawatan di RS Fatima. "Keluarganya juga belum mengetahui masalah ini. Bahkan saudaranya bersama ibu dan bapaknya belum mengetahui tentang kejadian ini," kata dia. 

Berdasarkan data siswa MR ini anak ketiga dari enam bersaudara. MR juga warga di lembang Buttu Sisong, Kecamatan Makale Selatan, Tana Toraja. Sedangkan pasangannya MY dikabarkan putus sekolah di sebuah sekolah swasta SKM Kristen Pelangi Makale sejak tahun 2016 lalu. MY berasal dari Kecamatan Bongga Karadeng. .

"Kami juga akan berusaha membantu laki-laki MY masuk sekolah kembali untuk belajar. Dan saya akan datangi sekolahnya untuk membantu bicara sama pihak sekolah supaya anak ini di terima kembali. Karena siswa MR juga masih mau lanjutkan sekolahnya," kata dia