Jelang Masa Kampanye, Panwaslu Jeneponto Perketat Pengawasan

Pilkada Serentak 2018

Jelang Masa Kampanye, Panwaslu Jeneponto Perketat Pengawasan

KabarMakassar.com --- Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Jeneponto adakan Rapat koordinasi persiapan pengawasan tahapan kampanye dalam rangka pemilhan Gubernur dan wakil gubernur, Bupati dan wakil Bupati tahun 2018 di Gedung Sipitangarri, Rabu 14 Februari 2018.

Rapat koordinasi dihadiri Ketua Panwaslu Jeneponto,Saiful dan dua pimpinan panwaslu lainnya Hamka lau dan Sampara Halik.

Selain itu, hadir juga sebagai pemateri Samsuddin Damang komisioner Kpu Jeneponto Divisi  Parmas dan SDM, semua Pimpinan Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang tersebar 11 kecamatan serta panitia Pemilu Lapangan (PPL) 113 desa dan kelurahan di Kabupaten Jeneponto.

Ketua Panwaslu Jeneponto Saiful mengatakan, pertemuan yang pertama  kali ini diadakan selama terbentuknya PPL dikecamatan supaya tujuannya mempunyai pandangan yang sama dalam pengawasan.

Saiful menambahkan pada pemilukada tahun 2013 lalu paslon hanya diberi kesempatan berkampanye selama dua minggu sedangkan pada pemilikada kali ini sangat lumayan lama karena sampai tanggal 23 juni 2018.

"Kita akan memasuki tahapan yang sangat krusial. Sengaja kita kumpul agar pengawasan di lapangan seragam. Tidak boleh ada Desa Kelurahan yang beda karena ini akan menimbulkan kegaduhan," kata Saiful.

Menurutnya, PPL harus menjaga integritas bekerja sesuai dengan aturan,. Untuk itu, tunjukkan diri anda sebagai PPL ke Panwaslu Kabupaten dan Kecamatan karena kalian semua merupakan ujung tombak dan orang-orang terpilah di desa anda masing-masing.

"Kalau ada diantara Pengawas yang ada di ruangan ini yang tidak netral, maka harus gantleman untuk mengundurkan diri. Saya pesankan jajaran dibawah, bekerjalah sesuai aturan. Pilosoifinya berlaku adilnya laksana api," tegas Ketua Panwaslu Jeneponto, Saiful.

Sedangkan, Komisioner KPU Jeneponto Divisi Parmas dan SDM, Samsuddin mengatakan, suksesnya tahapan pilkada Jeneponto, ada dipundak kita semua .Kabupaten Jeneponto yang semula di kategorikan zona merah, sekarang alhamdulillah nomor 3 teraman di Sulsel," akunya

"Salah satu tujuan kegiatan ini dilakukan  untuk menyamakan persepsi dalam kampanye. Kita tidak dibenarkan keluar dari regulasi yang ada. Kampanye kegiatan menawarkan visi misinya untuk mengajak kepada pemilih. Masing-masing paslon diberikan untuk memperkenalkan dirinya," tutur Samsuddin. (*)

Penulis :

Editor :