Akhiri Hasil Minor, PSM Kembali Naik Peringkat

Laporan Rahmi Dinia

Akhiri Hasil Minor, PSM Kembali Naik  Peringkat


KabarMakassar.com-- Pekan ke 22 Liga 1 mempertemukan PSM Makassar dengan PS Tira. Pertandingan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul. Rabu 19 September 2018 . Berhasil mematahakan hasil minor yang dialami oleh anak asuh Robert Alberts.

Pluim dan rekannya merebut 3 poin dari kandang PS Tira.
Kemenangan yang di dapat PSM bukan hal yang mudah. Babak pertama tim tuan rumah langsung menguasai permainan. Serangan demi serangan harus di rasakan Pasukan Ramang, dari semua serangan tidak ada yang membuahkan gol untuk tuan rumah.

Pada penghujung babak pertama, PS Tira mendapat hadiah penalti setalah pemain PSM melakukan pelanggaran di kotak terlarang.

PS Tira menujuk Rakic sebagai eksekutor, dan menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan Rakic tidak dapat di halau oleh Rivki, dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk PS Tira beberapa menit sebelum turun minum.

Dibabak ke dua PSM berusaha bangkit, dan memasuki daerah pertahanan lawan. Peluang pertama di ciptakan dari Ferdinand yang mengarahkan bola ke gawang dengan sundulan, namun masih bisa dibaca baik oleh Angga. Di menit 70, Pluim yang juga menyandang ban kapten berhasil mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1. 

10 menit berselang, PSM kembali mendapat peluang dari Ferdinand Sinaga dan berbuah manis. Pemain yang berjuluk The Dragon itu melesatkan gol ke gawang PS Tira.

 Dan skor kembali berubah 1-2. Gol Ferdinand sekaligus menjadi penentu kemenangan Juku Eja atas tim tuan rumah. Atas kemenangan ini PSM Makassar naik ke posisi ke 5 dengan mengoleksi 35 poin.

Sesaat sebelum pertandingan PSM kembali di hadapkan pada kendala. PT LIB tiba-tiba menyampaikan larangan bertanding untuk kiper Imam Arif Fadillah. Larangan itu disampaikan oleh Pengawas Pertandingan, Agus Raikhani.

 

"Kami sangat kaget begitu mendengar bahwa sanksi Imam ditambah. Katanya ada revisi sanksi. Anehnya, kenapa disampaikan hanya beberapa menit sebelum kickoff," tukas Sekretaris Klub PSM, Andi Widya Syadzwina.

Usaha protes langsung dilakukan PSM. Tapi tidak menemui hasil. Imbasnya, PSM hanya boleh memainkan satu kiper saja, yakni Rivki Mokodompit. Tanpa kiper cadangan. 

"Kalau ada revisi sanksi, kenapa saat MCM sehari sebelum pertandingan disampaikan. Ini aneh sekali. Kami sudah tidak bisa apa-apa lagi. Apalagi kami kan tim tamu. Mustahil bisa kami datangkan kiper tambahan," kata Wina.

Sebelumnya PSM juga tidak mendapat izin melakukan official training di Stadion Sultan Agung. selasa, 18 September 2018 sehari sebelum pertandingan.

Penulis :

Editor :