Wisatawan Merasa Diperas Warga di Pulau Samalona

Laporan: Ryan Panguriseng

Wisatawan Merasa Diperas Warga di Pulau Samalona

KabarMakassar.com -- Sejumlah wisatawan yang berkunjung di destinasi Pulau Samalona Kota Makassar merasa diperas dengan warga setempat di pulau itu.

Hal ini seperti disampaikan Sekertaris BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Nasrullah yang mengaku malu dengan adanya insiden pelayanan warga yang terkesan melakukan pemerasan terhadap wisatawan.

"Salah satu peserta jambore sepeda lipat Nasional berwisata ke pulau Samalona. Mengalami kejadian ini," kata Nasrullah sambil memperlihatkan hasil percakapan singkat wisatawan itu di WhatsApp Group (WAG).

Berdasarkan informasi yang disampaikan Caleg DPRD Kabupaten Gowa ini, tampak seorang wisatawan mencurahkan kekesalannya karena hanya makan dua ekor ikan kecil, sayur, dan pisang goreng dengan harga paketnya mencapai Rp550 ribu.

"Cuma pisang goreng 1 piring, ikan bakar kecil 2 ekor, sayur labu dan sambal. Kami bayar Rp550 ribu. Kalah deh makanan di Swissbel. Kami mau pingsan dengernya. Kapok," kutip seorang wisatawan dalam perbincangan WAG itu.

Percakapan yang ramai di bahas di WAG menjadi perbincangan hangat wisatawan yang sebagian besar adalah peserta Jambore Sepeda Lipat itu.

"Sangat miris, walau kita berpromosi kalau wisatawan mengalami seperti ini," keluh Nasrullah 

Hal sama juga dikeluhkan pengurus Badan Promosi Pariwisata Makassar (BP2M) Dede Leman yang mengaku kejadian ini sebagai kendala promosi pariwisata daerah khususnya destinasi di Kota Makassar.

"Waktu BP2M mengadakan penelitian sekaligus kunjungan ditemukan hal yg sama, bedanya agak murah sedikit karena beberapa peserta dikenali oleh warga pulau," ungkapnya

Saat ini, lanjutnya pendampingan bagi warga pulau kembali mulai dilakukan sejumlah pemerhati wisata bahari yang tergabung dalam Yayasan Makassar Skalia

"Cuma memang tidak semudah membalik telapak tangan. Hal yang kami lakukan sekarang adalah mencoba mengajak untuk bersama dalam kegiatan yang kami buat di samalona, misalnya kelas cinta laut dengan kegiatan snorkling bagi remaja dan dewasa," ucapnya

Dalam kegiatan itu, kata dia pihaknya telah menyampaikan kalau menunya jangan mahal sewajarnya saja, karena ini akan membuat tamu kapok datang dan bercerita. 

"Biasanya kalau ada warning dari awal mereka bisa menyesuaikan. Masalah lain juga di Samalona adalah air bersih,  ini mungkin salah satu faktor yang mempengaruhi makanan mereka buat mahal semuanya," keluhnya

Dia juga mengaku terkadang ada keluhan warga pulau jika mereka merasa tidak diperhatikan dari pihak yang terkait "Nanti ada kunjungan baru semua sibuk," tutupnya.

Penulis :

Editor :