Perusda
Bank SUlsel Bar

Korupsi Pajak Kendaraan, Oknum Pegawai Samsat Dipolisikan

5 hari, 22 jam lalu Oleh Fritz Wongkar
Korupsi Pajak Kendaraan, Oknum Pegawai Samsat Dipolisikan
Penggelapan uang Pajak [Ilustrasi]

KabarMakassar.com -- Menggelapkan uang pajak kendaraan senilai Rp2,4 juta dalam pengurusan biaya STNK mobil, oknum pegawai Sasmsat Bulukumba dilapor ke kantor Polisi di Polres Bulukumba.  Korban bernama Basri warga dusun Kantisang, Desa Balibo, Kecamatan Kindang, Bulukumba melaporkan kejadian tersebut kepada polisi lantaran ia telah menyerahkan uang untuk biaya pengurusan STNK kepada terlapor atas nama berinisial RV oknum pegawai Samsat bulukumba. Namun hingga STNK pun tak kunjung tiba ditangannya.

"Sudah saya lapor kepolisi karena Rivai mengambil uang Rp2,4 juta untuk biaya kepengurusan STNK mobil, namun STNK tidak pernah ada,"ujar Basri.

Sementara itu anggota DPRD Bulukumba, Abd Kaab, meminta pemerintah daerah turun tangan terkait keluhan masyarakat Bulukumba saat ini, yang mengeluh terkait ulah pegawai Samsat Bulukumba yang diduga melakukan tindakan penipuan.

" Warga sudah membayar untuk biaya kepengurusan surat kendaraan bermotor atau STNK. Namun, hingga saat ini, STNK yang dijanjikan tidak kunjung ada, termasuk ganti plat kendaraan. 

Bukan hanya Basri, kalau dihitung-hitung, jumlahnya bisa mencapai ratusan juta rupiah," kata legislator partai Nasdem itu.

Abdul Kaab, mengaku sudah bertemu dengan pejabat Samsat Bulukumba, sepertinya lepas tangan. 

"Semestinya, Samsat tidak boleh lepas tangan. Apalagi, Rivai biasa duduk di dalam kantor Samsat mengerjakan adminitrasi,"terang Abdul Kaab.

Kepala UPT Pendapatan Samsat Bulukumba, H. Sabirin Daud Nompo mengatakan, jika Rivai tidak ada hubunganya dengan Badan Pendapan Daerah (Bapenda) Sulsel.

Oknum tersebut, kata Sabirin merupakan Pekerja Harian Lepas (PHL), dan tidak memiliki hubungan dengan Samsat Bulukumba.

"Saya tidak tahu kalau oknum Rivai menawarkan jasa pembayaran pajak di luar loket, namun sejak saya disini di Bulan April 2018, Rivai sudah tidak lagi disini (samsat,red), lagian dia bukan pegawai Samsat," jelas Sabirin.