Perusda
Bank SUlsel Bar

Daeng Aziz, Sosok Kontroversial Kepercayaan Gerindra

on 18/7/18 Oleh Muhammad Fajar Nur
Daeng Aziz, Sosok Kontroversial Kepercayaan Gerindra
Daeng Aziz.(Ist)

KabarMakassar.com -- Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel Idris Manggabarani mengaku optimis akan keberhasilan Daeng Aziz sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) terlepas isu yang menerpa Daeng Aziz sebagai mantan bos cafe Kalijodo yang kontrobersial pada Rabu, 18 Juli 2018.

"Walau baru 4 bulan, Daeng Aziz itu relawan tangguhnya Prabowo. Pencalonannya murni untuk Gerindra dan Prabowo," jelas Idris saat diwawancarai Redaksi Makassar Indeks pada Rabu, 18 Juli 2018,.

Diketahui, Daeng Azis yang mendaftarkan diri dalam kompetisi pemilihan anggota Legislatif di Kantor Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan (KPU Sulsel) sebagai caleg eksternal Gerindra untuk wilayah Jeneponto. Daeng Aziz dikenal sebagai mantan bos cafe Kalijodo yang divonis 10 bulan penjara karena terbukti melakukan pencurian listrik untuk kegiatan operasional kafe miliknya di Kalijodo. Ia juga terhitung vokal menolak penggusuran Kalijodo yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta kala itu, Ahok.

Idris menambahkan, munculnya sosok Daeng Aziz sebagai bacaleg Gerindra akan menjadi nilai tambah bagi Gerindra terkhusus di wilayah Sulsel.

"Apalagi kami tahu beliau itu adalah tokoh masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Jeneponto, Aziz sangat dihormati dan dikenal banyak membantu masyarakat," tambah Idris.

Idris menjelaskan sosok Aziz yang terkenal ramah di masyarakat Jeneponto menjadi kelebihan Aziz untuk maju sebagai bacaleg, Aziz bahkan diketahui memiliki rumah dan lahan yang biasa digunakan untuk kegiatan masyarakat Jeneponto.

Saat diwawancarai terkait pandangan Gerindra akan pemberitaan yang sering melekatkan Daeng Aziz dengan Kalijodo, Idris  menjelaskan semua masa lalu seseorang bukanlah penentu dirinya sekarang, termasuk Daeng Aziz.

"Walaupun Daeng Aziz pernah dilekatkan kasus dan divonis 10 bulan penjara akibat pencurian listrik untuk operasional kafe miliknya, tapi itu bukanlah penentu kemampuan Daeng Aziz. Apalagi tindakan tersebut memiliki banyak kemungkinan, misalnya saja mungkin beliau sudah pernah mengurus operasional kafe di Kalijodo tapi selalu dipersulit hingga akhirnya harus melakukan perbuatan tersebut," jawab Idris.

Menurutnya, partai Gerindra bukanlah partai yang akan menutup kesempatan bagi siapapun yang ingin berkontribusi demi partai.

"Walaupun Kalijodo selalu diidentikkan negatif, tapi masyrakat Jeneponto tidak mengetahui apa itu Kalijodo dan mereka hanya melihat kontribusi positif yang selalu diberikan Daeng Aziz disana," tegasnya.

Idris kemudian mendukung penuh Daeng Aziz sebagai bacaleg dan optimis akan keberhasilan Daeng Aziz yang sesuai dengan standar Gerindra.

"Beliau bukanlah pembunuh, koruptor ataupun pengguna narkoba. Semua syarat untuk maju ada di beliau. Khusus Gerindra, beliau juga memenuhi standar kita untuk dipercaya, yaitu dekat dengan tokoh penting, beliau adalah tokoh masyarakat di daerah (Jeneponto), dan memiliki rasa cinta dan loyalitas untuk Partai dalam hal ini untuk Pak Prabowo, saya juga tidak mengerti bagaimana belia bisa cinta mati dengan Prabowo hingga bertahan sekarang," tutur Idris.

Perlu diketahui, Daeng Aziz merupakan salah satu tim pemenangan Bupati Jeneponto terpilih Iksan Iskandar-Paris Yasir yang telah ditetapkan sebagai pemenang pasangan calon Jeneponto hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan 90.245 suara pada 6 Juli 2018.