Perusda
Bank SUlsel Bar

Pemilik KMP Lestari Maju Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Tenggelamnya KM Lestari Maju

on 11/7/18 Oleh Imran Arief
Pemilik KMP Lestari Maju Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka
Petugas dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel saat mengawal tersangka atas tragedi kandasnya KMP Lestari Maju di Mapolda Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Rabu 11 Juni 2018.(Foto: KabarMakassar.com)

KabarMakassar.com -- Pemilik Kapal Motor Penumpang (KMP) Lestari Maju Hendra Yuwono resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan di perairan Kepulauan Selayar oleh Penyidik Direktorat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Rabu 11 Juni 2018.

Dari hasil penyelidikan, kasus tenggelamnya KMP Lestari Maju yang memakan korban sebanya 36 jiwa merupakan hasil kelalaian pemilik kapal dalam penerbitan dokumen keselamatan dan kompetensi awak kapal yang sudah kedaluwarsa hingga satu tahun lamanya.

"Kelalaiannya berupa membiarkan dokumen keselamatan dan kompetensi awak kapal kedaluwarsa hingga lebih setahun dengan tidak adanya update atau mengajukan kembali dokumen tersebut, sama saja dibiarkan," jelas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani. 

Hendra Yuwono dijerat dengan Pasal 302, 303 subsider Pasal 112 UU RI No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran juncto Pasal 359 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. 

"Untuk hari ini kita sudah tetapkan tiga tersangka, ancamannya jelas diatas lima tahun penjara," tambah Dicky Sondani.

Sebelumnya, polisi sudah menetapkan dua tersangka lainnya yakni nakhoda Agus Susanto dan perwira syahbandar Bira, Bulukumba, Kuat Maryanto. Menurut Dicky, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap Agus dan Kuat.

Hingga saat ini, polisi juga menelusuri informasi dugaan perubahan jenis kapal dari kapal kontainer menjadi kapal angkutan.

"Kita juga masih menunggu hasil investigasi pihak KNKT, yang juga nantinya akan diperiksa sebagai saksi ahli," tambahnya.

Hendra kemudian ditahan mulai Rabu 11 Juli 2018 hingga 29 Juli 2018 di Rutan Polda Sulsel guna mengikuti prosedur lebih lanjut.

Perlu diketahui, insiden kapal yang mengangkut 139 penumpang ini sengaja dikandaskan di perairan Selayar setelah mengalami gangguan mesin di lambung kiri pada pukul 13.40 WITA pada Selasa, 3 Juli 2018.