Perusda
Bank SUlsel Bar

Jembatan Kaca Burake Retak, Kajari Makale Angkat Bicara

on 11/7/18 Oleh Redaksi
Jembatan Kaca Burake Retak, Kajari Makale Angkat Bicara
Keretakan yang terlihat pada Jembatan Kaca di objek wisata Buntu Burake, Tana Toraja pada Senin, 9 Juli 2018.(KabarMakassar.com)

KabarMakassar.com -- Obyek wisata pantung Yesus yang terletak Buntu Burake di Tana Toraja kembali mendapatkan perhatian dari pihak hukum Kejaksaan Negeri Makale pada Rabu, 11 Juli 2018.

Sebelumnya, proyek yang pengerjaanya telah selesai sejak tahun 2017 ini kembali mengalami masalah pada konstruksi pengerjaan jembatan kaca yang mengalami keretakan walau belum dibuka untuk umum.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri Makale Andi Ardi Aman turut angkat bicara terkait keretakan jembatan kaca yang sebelumnya diagung-agungkan oleh banyak orang sebagai salah satu objek wisata andalan Sulawesi Selatan yang mirip dengan  di Hongayu Scenic Area, Provinsi Hebei, China.

"Dalam waktu dekat pihak kejaksaan akan memanggil semua unsur terkait pembangunan jembatan kaca di Burake. Tidak hanya itu kami juga akan melakukan koordinasi dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) dalam menangani konstruksi bangunan yang menelan anggaran Rp3,9 Milliar lebih ini," jelasnya kepada Redaksi KabarMakassar.com pada Rabu, 11 Juli 2018.

Ardi Aman menambahkan pihak Kejari Makale turut mempertanyakan pemeriksaan Polda Sulsel kepada Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Tana Toraja dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang hingga saat ini belum diketahui hasil pemeriksaan.

"Saya dengar ada pemeriksaan dari Polda Sulsel, dalam waktu dekat saya akan koordinasikan ke Polda Sulsel terkait pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Tana Toraja dan PPK dari pembangunan jembatan kaca buntu Burake termasuk dengan konsultan perencanaannya," ujarnya.

Keraguan Kasi Intel Kajari Makale ini mencuat setelah lebih dari satu bulan pemeriksaan Polda Sulsel pada bulan April lalu masih belum menunjukkan adanya perbaikan objek wisata Buntu Burake.

"Saya juga heran apa benar mereka di periksa Polda atau tidak, apabila Polda Sulsel tidak periksa maka dalam waktu dekat saya akan panggil dinas yang bersangkutan terkait masalah ini. Apalagi ini masalah serius,menyangkut nyawa orang di obyek wisata tersebut dan telah menelan anggaran negara," tambahnya.

Diwawancarai terpisah, Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Jhon Paerunan mengatakan pihak Polres Tana Toraja masih menunggu hasil pemeriksaan Polda Sulsel terkait masalah yang muncul dibalik pembangunan objek wisata Buntu Burake

"Kami belum bisa memeriksa sendiri karena sementara sedang diperiksa langsung oleh Polda Sulsel, termasuk untuk retaknya jembatan kaca itu," jelas pria yang kerap disapa Jhon itu di ruang kerjanya. 

Sebagai informasi, jembatan kaca yang berada dekat dengan objek wisata Patung Yesus Memberkati di Buntu Burake tersebut dikerjakan oleh PT Mari Bangun Persada Spesialis dengan bahan kaca yang digunakan merupakan kaca tempered glass (tahan panas) berstandar SNI buatan anak bangsa dari Kota Surabaya yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi.