Perusda
Bank SUlsel Bar

Lima Demonstran Pilwalkot Makassar Diamankan Kepolisian

on 6/7/18 Oleh Redaksi
Lima Demonstran Pilwalkot Makassar Diamankan Kepolisian
Sejumlah pihak kepolisian saat berusaha membendung arogansi pendukung dan simpatisan pasangan nomor urut 1 Munafri Arifuddin dan Andi Rahmatika Dewi saat meledakkan kembang api di Jalan Taman Makam Pahlawan Makassar, Jumat 6 Juni 2018. Lima orang massa aksi kali ini berhasil diamankan oleh pihak kepolisian karena diduga menjadi propokator pada aksi kali ini. (Foto: KabarMakassar.com/Imran Arief)

KabarMakassar.com -- Demonstrasi massa pendukung Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) yang menuntut masuk ke dalam ruang rapat pleno rekapitulasi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar masih berlangsung hingga pukul 21:00 Wita Jumat malam, 6 juli 2018.

Massa yang memulai unjuk rasa sejak sore hari ini mendesak pihak keamanan yang berjaga untuk mengizinkan pendukung paslon nomor urut 1 untuk memasuki rapat pleno rekapitulasi Pilwalkot Makassar bertempat di Hotel Maxone Taman Makam Pahlawan No.5, Tello Baru, Panakkukang, Kota Makassar.

"Awalnya orasi dari massa paslon 1 berlangsung tentram, namun ada upaya untuk mendesak batas keamanan dari pihak keamanan yang dikerahkan," jelas AKBP Hotman Sirait kepada Redaksi KabarMakassar.com.

Hotman menegaskan kondisi unjuk rasa kemudian diperburuk ketika beberapa orang dari kerumunan massa mulai melempar petasan ke arah pihak keamanan.

"Kemudian terjadi lemparan petasan yang awalnya hanya mengarah ke atas anggota, namun ternyata ada petasan yang mengarah langsung ke anggota, termasuk saya juga kena," tambahnya.

Hingga saat ini, lima orang telah diamanakan oleh pihak keamanan yang berjumlah total 1.200 personil gabungan yang terdiri dari Polrestabes, Polda dan Brimob Nusantara.

"Ada beberapa yang sudah kita amankan, namun kita sudah komunikasikan dengan korlapnya untuk tetap menjaga kedamaian saat berunjuk rasa," jelas Hotman.

Hingga saat ini, kelompok paslon nomor urut 1 tersebut masih bertahan dilokasi dengan melakukan orasi yang mendesak pihak penyelenggara Pilwalkot untuk mengizinkan massa terlibat dalam proses rapat pleno rekapitulasi Pilwalkot Makassar 2018.