Perusda
Perusda

Sehatkah Susu Kental Manis Dikonsumsi Setiap Hari?

1 pekan, 6 hari lalu Oleh Redaksi
Sehatkah Susu Kental Manis Dikonsumsi Setiap Hari?
Ilustrasi.(Ist)

KabarMakassar.com -- Produk Susu Kental Manis (SKM) yang baru saja mendapatkan surat edaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 yang diteken pada 22 Mei 2018 berdampak pada pengetatan peredaran susu kental manis terkhusus untuk anak-anak.

Hal ini disebabkan produk SKM bukanlah merupakan produk susu yang bisa dikonsumsi untuk menambah asupan gizi seperti iklan produk SKM yang sering menggambarkan SKM sebagai salah satu produk susu sapi murni melainkan produk dengan kandungansusu sapi minim yang airnya dihilangkan dan ditambahkan gula dengan kadar yang tinggi.

Lantas seberapa banyak konsumsi SKM yang dapat diterima tubuh dalam sehari?

Dilansir Liputan6.com, susu kental manis yang tidak hanya berpotensi menaikkan risiko diabetes karena kandungan gulanya namun juga dapat mengganggu asupan nutrisi lain terutama bagi anak-anak menjadi penting untuk diawasi sebagai bahan konsumsi masyarakat sehari-hari.

"Kalau ini untuk dipakai harian dan dianggap sebagai pengganti nutrisi, ini menjadi kurang pas. Karena dominasi gulanya. Padahal untuk anak kecil, kalau sudah dikasih sesuatu yang mengenyangkan contohnya dari SKM, otomatis dia akan berisiko untuk kenyang dan itu membuat asupan gizi berikutnya jadi terganggu," kata dokter Spesialis Gizi Klinis, Marya Haryono.

Marya menambahkan, konsumsi harian SKM dapat meningkatkan resiko obesitas dan gangguan lain yang bisa ditimbulkan pada gula darah.

"Kalau rutin diminum terus, otomatis asupan gizinya didominasi oleh gula. Kalau untuk orang dewasa kalau mungkin ini untuk asupan tambahan, risikonya termasuk obesitas," tambah Marya.

Walaupun memberi edaran, BPOM tidak melarang penggunaan SKM sebagai pelengkap makanan. Contohnya untuk pemanis bagi kopi, kue, maupun es buah.

"SKM bukan tidak boleh. Boleh, namun mohon diperhatikan untuk apa penggunaan SKM. Ada hal yang perlu disampaikan agar kita semua mendapatkan hal yang baik," kata Direktur Standarisasi Pangan Olahan BPOM Dra. Mauizzati Purba, Apt, M.Kes dalam sosialisasi yang diadakan oleh BPOM beberapa waktu lalu.