Maraknya Penipuan Travel Umroh, Disbudpar: Jangan Saling Menyalahkan

Polemik Industri Pariwisata

Maraknya Penipuan Travel Umroh, Disbudpar: Jangan Saling Menyalahkan

KabarMakassar.com --- Kasus jamaah haji dan umroh yang gagal berangkat terus terjadi. Terakhir kasus ini menimpa jamaah umroh yang mendaftar melalui biro umroh PT Usmaniyah Hannien Tour. 

Kabid Promosi Disbudpar Sulsel Yulianus Batara akhirnya memberikan komentar terkait munculnya beberapa travel bermasalah. 

"Akhir - akhir  ini kita di sibukkan dengan informasi travel bermasalah. Setelah dibedah, ternyata siapa mereka, faktanya adalah travel perjalanan yang menawarkan paket wisata religi yakni Haji dan Umrah," keluhnya saat dikonfirmasi awak redaksi KabarMakassar.com, Jumat, 9 Februari 2018.

Melakukan perjalanan religi terutama haji  dan umrah bagi umat islam, kata dia merupakan hal wajib. Umat pada posisi beribadah, sementara di satu sisi penyedia jasa pada posisi pebisnis yang wajib bertangung jawab.

"Penyedia jasa travel semestinya sebagai penanggung jawab penuh terhadap wisata religi. Kenapa disini justru pihak-pihak memanfaatkan sikap - sikap pasrah atau tawakkal (nilai positif), dipandang sebagai nilai ekonomi bagi pengusaha jasa wisata religi," ungkapnya.

Yulianus melihat dari sisi pemerintah yang dianggap lepas kendali dari segi pengawasan yang harus melibatkan asosiasi yang menangani hal-hal itu. 

"Mestinya asosiasi usaha jasa yang menaungi Amphuri sebagai wakil pemerintah bersama-sama melakukan pembinaan. Menegakkan aturan dan tidak saling menyalahkan. Dengan demikian jumlah calon jemaah haji dan umrah di Sulsel dimanfaatkan dengan pendekatan bisnis. Belum jemaah haji yang saat ini terbanyak di Indonesia. Daftar tunggu sampai 15 tahun," jelasnya

Demikian juga, Yulianus melihat dari segi perekonomian. Dia menilai hal ini sudah pasti memberi kerugian secara ekonomi. Disamping banyak waktu dan energi terbuang, salah satu hal yang paling fatal adalah loss sosial. Bisa menyebabkan umat menjadi apatis dan berdampak sistemik pada beragam sektor. 

"Nah kalau ini terjadi maka hukum resonansi akan bekerja tanpa henti, tanpa batas waktu sampai pada limit tertentu "mematahkan" semangat. Umat pada semua aspek bisnisnya, kalau ini terjadi maka secara agregat akan menurunkan kinerja ekonomi dan sosial masyarakat," jelasnya

Dalam pemikiran mikro pariwisata dimana wisatawan asing diasumsikan sebagai (in bound) atau hal yg mendatagkan devisa maka di satu sisi pengarah perjalanan umrah (out bound) menjadi devisa (pengurang devisa), atau capital out fligh.

Di sisi lain bisnis ini juga menggerakkan ekonomi dalam negeri. Belum ada penelitian yang menjelaskan tentang neraca keseimbangan mana yang lebih besar capital out flow maupun capital inflaig.

Salah satu kasus jamaah haji dan umroh yang gagal berangkat kembali terjadi kali ini menimpa jamaah umroh yang mendaftar melalui Biro Umroh PT Usmaniyah Hannien Tour. 

Terdapat lima calon Jamaah Haji mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel untuk melaporkan kasus penipuan yang mereka alami ini. 

Di konfirmasi terpisah Asosiasi Muslim Penyelenggaraan Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI) Wilayah Sulawesi Selatan sebelumnya menilai kasus gagal berangkat ini akan terus terjadi jika pengawasan dan regulasi yg dibuat oleh pihak terkait tidak konsisten dalam hal pelaksanaannya. 

"Amphuri merupakan perhimpunan asosiasi travel se-Indonesia yang memiliki misi mewujudkan penyelenggaraan ibadah umroh dan haji khusus yang bertanggung jawab, nyaman, dan profesional serta benar sesuai Sunnah Rasulullah Saw," kata Ketua Amphuri Sulsel Azhar Gazali.

Dalam keterangannya, Azhar Gasali menyampaikan Amphuri sendiri cukup selektif dalam melakukan penerimaan anggota sehingga dia yakin travel yang tergabung dalam Amphuri dijamin aman.

"Selain kelengkapan administrasi dan dokumen kami jg melakukan wawancara langsung kepada yang bersangkutan termasuk verifikasi faktual," jelasnya. (*)

Penulis :

Editor :