Kasus Bayi Gizi Buruk di Bulukumba Jadi Pukulan Bagi Pemda

Fitriani Lestari

Kasus Bayi Gizi Buruk di Bulukumba Jadi Pukulan Bagi Pemda

KabarMakassar.com -- Wakil Bupati Bulukumba merasa terpukul melihat kasus gizi buruk yang menimpa salah satu bayi berumur 6 bulan yang viral di media sosial Facebook pada Sabtu, 14 Juli 2018.

Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria mengaku terpukul dengan lengahnya pemerintah untuk mendeteksi kasus gizi buruk bagi Kabupaten yang telah mendapatkan Penghargaan Swasti Saba Wistara atau Kabupaten Sehat tahun 2017 lalu.

"Ini tentu menjadi pukulan bagi kami Pemerintah Daerah, sebab kita telah berupaya memberikan pelayanan kesehatan prima dengan mendorong home care, penempatan sarana prasarana pusat kesehatan masyarakat dan penempatan bidan dan perawat setiap desa," ungkapnya pada Redaksi KabarMakassar.com saat diwawancara melalui WhatsApp.

Diketahui, bayi berumur 6 bulan yang viral di media sosial Facebook merupakan bayi kembar yang berada di Bulukumba bernama Airin dan Ainun. Sayangnya Ainun tidak sempat diselamatkan dan meninggal dunia pada usia 6 bulan walau sempat berobat di salah satu Puskesmas Kabupaten Bulukumba.

"Saudaranya sekarang telah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bulukumba dan telah mendapatkan perawatan dengan harapan semoga segera pulih dengan cepat membaik," ungkap Wakil Bupati Bulukumba.

Tomy mengaku dirinya akan akan melakukan evaluasi khususnya kepada Dinas Kesehatan Bulukumba terkait kasus gizi buruk di Kabupaten Bulukumba yang telah memakan korban.

Dari informasi yang dihimpun Redaksi KabarMakassar.com, saat ini Airin yang tengah dirawat di RSUD Bulukumba Sultan Daeng Radja Bulukumba mendapatkan perawatan intensif di ruang perawatan Mawar kamar 205 RSUD. Airin juga diketahui berasal dari keluarga yang tidak mampu. Ayahnya, Aco bekerja sebagai petani rumput laut milik warga sekitar dan ibunya, Ani hanya sebagai ibu rumah tangga.

Penulis :

Editor :