Perusda
Bank SUlsel Bar

Profil Sudirman Sulaiman, Mitra Prof Andalan

on 27/6/18 Oleh Redaksi
Profil Sudirman Sulaiman, Mitra Prof Andalan
Andi Sudirman Sulaiman.(Ist)

KabarMakassar.com -- Andi Sudirman Sulaiman, ST yang lebih akrab disapa dengan Pak Andi lahir di Kabupaten Bone 25 September 1983, merupakan anak ke 11 dari 12 bersaudara adalah adik dari Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian Kabinet Kerja Jokowi-Yusuf Kalla periode 2014-2019. Dirinya dikenal sebagai Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan periode 2018-2023 berpasangan dengan Prof Nurdin Abdullah Bupati Bantaeng Sulawesi Selatan 2 periode (2008-2013 dan 2013-2018).

Dilansir situs resmi Profandalan.id, Andi tumbuh dan besar di Kabupaten Bone. Ayahnya adalah anggota TNI sekaligus seorang petani, sedang ibunya dalam keseharian menjadi ibu rumah tangga (IRT). Setelah lulus SMA pada 2001 Andi Sudirman melanjutkan studinya di jurusan Teknik Mesin Universitas Hasanuddin. Pada tahun 2002, dia mendirikan organisasi pemuda dengan nama 'Forum Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa (FPPM) Mappatunru' yang bermarkas di Kabupaten Bone.

Hanya kurang lebih setahun sejak berdirinya, organisasi ini telah mampu menghimpun lebih dari 200 anggota dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi dan menjadi salah satu organisasi kepemudaan yang cukup diperhitungkan di Kabupaten Bone. Pada semester enam (2004) di Fakultas Teknik Unhas, Andi Sudirman menerima beasiswa dari ‘Thiess Indonesia’. Sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang penyedia jasa pertambangan yang terbesar di dunia lewat Australia Graduate Scholarship. Andi merupakan satu dari 15 mahasiswa se-Indonesia termasuk perwakilan dari UI, ITB, ITS, UGM dan universitas-universitas besar lainnya.

Andi Sudirman berhasil lulus di sana dengan beasiswa yang cukup mencengangkan bagi mahasiswa seusianya yakni Rp10 juta ketika SPP per semester hanya sekitar Rp 360 ribu pada saat itu. Dengan beasiswa sebesar Rp 10 juta itu, kehidupan Andi Sudirman mengalami lompatan dahsyat. Namun realitas itu tak membuat cara hidup Andi Sudirman berubah.

Ia dianggap tetap seorang pria dengan kesederhanaannya. Tidak ada yang berubah dari kehidupannya selain tanggung jawabnya yang sudah sedemikian besar.

Karir Andi Sudirman

1.       PT Thiess Indonesia

Setelah menyelesaikan studinya di Unhas, Andi Sudirman langsung merambah dunia profesional. Di perusahaan Multinasional ‘Thiess Indonesia’ dia memulai karirnya. Persentuhannya dengan tenaga kerja ahli dari barat banyak memberi pelajaran berharga bagi dirinya. Di sini, Andi Sudirman memiliki banyak kesempatan mengembangkan keahlian serta kecerdasan yang telah diasahnya sejak kecil hingga kuliah dulu. Karena kemampuan berpikir out of the box yang dimilikinya, karier Andi Sudirman melejit.

2.       PT Petrosea

Kematangan profesional inilah yang menjadikan Andi Sudirman sangat menyukai tantangan. Dalam dirinya, Andi Sudirman membentuk watak yang sangat kuat untuk terus menjajal keahliannya, terutama di bidang Migas. Maka selepas dari ‘Thiess Indonesia’, dia kemudian merambah dari satu perusahaan multinasional ke perusahaan multinasional lain. Hingga akhirnya ia masuk ke perusahaan migas multinasional asal Australia yaitu Petrosea. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa kontrak pertambangan, engineering, project management serta oil and gas service. Di Petrosea, dalam usia masih di bawah 27 tahun, Ia mengemban amanah day to day Construction Manager dengan metode berpikir yang selalu berbeda dan jitu.

Sebagai contoh ketika Andi berhasil menunjukkan kemampuan berpikir out of the box dalam menyelesaikan proyek giant water tank painting/ finishing di konstruksi pabrik emas. Normalnya penyelesaikan menggunakan perancah (Scaffolding) kemudian Andi mengganti dengan menggunakan Crane plus man-basket dan rigger sebagai hold back. Andi kemudian menguji metode ini dalam hitungan pump back pressure engineering during blasting, crane load, man-basket safety dan stability sukses dan berhasil diaplikasikan.

Proyek painting yang semula estimasi painting pengerjaan 2-3 bulan bisa diselesaikan dalam kurung waktu kurang dari seminggu dan mampu menghemat biaya hinga lebih 50% estimasi. Metode ini termasuk metode baru saat itu dan melalui proses approval consultant Australia (CMS) sebelum eksekusi. Di sinilah Andi Sudirman dipercayakan menduduki jabatan jabatan strategis sebelum akhirnya berlabuh di perusahaan Inggris PT Offshore Services Indonesia/ MES.

3.       PT Offshore Services Indonesia/MES

Andi menjadi orang Indonesia pertama menjabat sebagai Deputy dan Project Manager proyek DP2 DSV saturation dan air diving berbendera Indonesia. Andi membawahi langsung kapa DP2 built in saturation diving membawahi lebih dari 60 tenaga asing asal Inggris, Rusia, India, dan lainnya. Andi memperoleh sertifikat keahlian sebagai ahli utama yang bila disandingkan dengan jabatan struktural di birokrasi maka sama dengan pejabat eselon 1. Bisa dibayangkan dalam usia yang baru menginjak 33 tahun, Andi Sudirman telah berada di puncak kesuksesan seorang profesional.

[Laurensia Maggie Picarima]