Kabar Makassar

Profil Nurdin Abdullah, Sosok Cerdas Penuh Prestasi

  • Rubrik : Tokoh
  • Penulis : Redaksi
  • Terbit : 2 pekan, 5 hari lalu
Profil Nurdin Abdullah, Sosok Cerdas Penuh Prestasi
Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr.(Ist)

KabaMakassar.com -- Memenangi berbagai lembaga survei politik terkait Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan (Pilgub Sulsel), Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr  yang lebih akrab disapa Pak Prof menjadi perhatian publik terkait sosoknya yang terkenal ramah sekaligus cerdas sebagai seorang akademisi. Lantas bagaimanakah profil lengkap pria pasangan Sudirman Sulaiman di Pilgub Sulsel tersebut.

Dilansir situs resmi Nurdin Abdullah, Profandalan.id pada Rabu, 27 Juni 2018. Pria yang lahir di Pare-Pare 7 Februari 1963 pernah menjabat sebagai Bupati Bantaeng periode 2008 hingga 2013 terpilih bersama Andi Asli Mustajab sebagai wakil bupati, dan periode 2013 hingga 2018 bersama Muhammad Yasin sebagai wakil bupati. Walau telah berpengalaman di dunia politik, sebelumnya Nurdin adalah Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin yang membuktikkannya sebagai salah satu akademisi terbaik milik kampus merah itu. Nurdin juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia, President Director Of Global Seafood Japan, Director Of Kyushu Medical. Co. Ltd. Japan.

Dua periode menjadi Bupati Bantaeng, Pak Prof  kemudian diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk maju menjadi Calon Gubernur Sulawesi Selatan di tahun 2018 berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman.

Orang tuanya memberinya nama Nurdin Abdullah dengan harapan kelak Nurdin yang berarti cahaya agama dan Abdullah bermaknah hambah Allah Swt dapat menjadi penerang bagi umat manusia. Sejak kecil, harapan orang tua Nurdin diterapkan dalam metode pengasuhan yang sesuai dengan karakter kedua orang tuanya. Ayah Nurdin Abdullah adalah seorang TNI, karena itulah sejak duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri (SDN) selalu berpindah-pindah sekolah karena harus mengikuti ayah yang kerap berpindah tugas dari satu daerah ke daerah lain untuk mengabdikan dirinya dengan menunjukkan cinta pada Bangsa dan Negara.

Menyelesaikan SDN tahun 1975, Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 1978, dan menyelesaikan bangku Sekolah Menegah Atas di SMA 5 Makassar pada tahun 1981. Nurdin melanjutkan pendidikan S1 di Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin tahun 1986. Gelar Master S2 dan Doctor S3 diperoleh dari University of Khyusu Jepang jurusan Agriculture tahun 1991 dan 1994.

Secara akademis, pengalaman Nurdin yang mengenyam pendidikan lebih dari 10 tahun sejak menyelesaikan program doctor di Jepang, terutama di bidang penelitian telah memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Profesor. Pada tanggal 1 Desember 2008, dia kemudian memperoleh gelar akademis Profesor dan tercatat sebagai Guru Besar Bidang Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin.

Nurdin Abdullah kemudian berhasil menikahi anak mantan Rektor Universitas Hasanuddin Liestiaty F. Nurdin pada 11 Januari 1986 dan dikaruniai 1 orang anak perempuan, 2 orang anak laki-laki masing-masing bernama Putri Fatimah Nurdin, M. Syamsul Reza Nurdin dan M. Fathul Fauzy Nurdin serta dikaruniai 1 orang cucu bernama Takeshi dari pernikahan Putri Nurdin dan Meyrza.

Masa Berwirausaha

Kerja keras dan kejujuran Nurdin Abdullah ditunjukkan kepada pengusaha Jepang. Nurdin Abdullah mendapat kepercayaan oleh investor Jepang untuk mendirikan industri pengolahan kayu menjadi butsudan, yaitu benda budaya Jepang berupa altar tempat penyimpanan abu hasil kremasi. Pada tahun 1997 berdirilah PT Tokai Material Indonesia yang dibangun di atas lahan seluas 3,5 hektar di Kawasan Industri Makassar, Kelurahan Kapasa. Pemilihan lokasi di Kelurahan Kapasa karena letaknya yang sangat menguntungkan secara geografis. Akses pelabuhan laut dan Bandar udara mendapat kemudahan dan kelancaran, baik untuk distribusi ekspor, pengadaan barang baku, maupun mobilitas pendukung produksi lainnya.

Pada 14 Februari 2003, PT Tokai Material Indonesia berganti nama menjadi PT Maruki International Indonesia. Mengalami pertumbuhan yang positif PT Maruki International Indonesia juga berada di Jepang dan menjadi satu-satunya perusahaan yang tidak mempunyai hutang. Hal ini tentu berpengaruh baik bagi perusahaan, perusahaan mampu meraup keuntungan lebih banyak. Nurdin Abdullah menjabat Presiden Direktur di empat perusahaan Jepang, yakni PT Maruki International Indonesia, Hakata Marine Indonesia, Hakata Marine Hatchery, dan Kyushu Medical Co., Ltd.

Penghargaan

Selama menjabat sebagai Bupati Bantaeng 2008-2013 dan 2013-2018 Nurdin Abdullah telah berhasil meraih sekitar 108 penghargaan, diantaranya Tanda Bintang Jasa Utama Bidang Koperasi dan UKM dari Presiden RI tahun 2016, Satya Lencana dari Presiden RI di bidang Pertanian tahun 2016, Peniti Emas dari KTNA Propinsi Sulawesi Selatan terhadap Pengembangan Produksi Hasil Pertanian tahun 2010, Peringkat 1 Nasional tahun 2011 Pembinaan Kabupaten kategori  Kabupaten Sehat, Bung Hatta Anti Corruption Award tahun 2017, dan masih banyak lagi.

Adapun beberapa Daftar Penghargaan yang diperoleh oleh pria yang mengusung slogan Prof Andalan dalam Pilgub Sulsel ini antara lain:

Tahun 2009

1. Satya Lencana dari presiden RI Bidang Pertanian, Januari 2009

2. Medali/Piagam penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan atas Kepedulian terhadap Wajib Belajar 12 Tahun, Maret 2009

3. Sertifikat Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, 2009.

4. Piagam Penghargaan Agro Inovasi 2009, Kategori Agro Inovasi Peningkatan Adopsi Teknologi, Agustus 2009

5. Piagam Penghargaan Perpamsi Award dari Dewan Pengurus Pusat Permpamsi, 2009

Tahun 2010

1. Piagam dan Medali dari Kejaksaan Agung RI terhadap Kepedulian Pengelolaan dan Pengembangan Kantin Kejujuran di Kabupaten Bantaeng, 2010

2. Peniti Emas dari KTNA Propinsi Sulawesi Selatan terhadap Pengembangan Produksi Hasil Pertanian, 2010

3. Penghargaan sebagai warga kehormatan Battalyon Infantery 726/Tamalate, 2010

4. Piagam/ sertifikat sebagai pemateri Talkshow Pendidikan se- Sulawesi Selatan oleh Isradi Community dan Radar Bulukumba, 2010

5. Piagam Penghargaan dari Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan atas Peran dan Dukungannya mengembangkan Minat Baca serta merintis TBM sayang Buku Ibu Suka Membaca di Kabupaten Bantaeng, 2010

6. Anugerah KOPEL AWARD dari KOPEL SULAWESI di Makassar, 2010

7. Gerakan SUL-SEL menabung program Tapemda Sayang Petani

8. Celebes Tanda Bukti Prestasi Celebes Marching Band dan Colour Guard Champion 2010

9. Penghargaan gerakan SulSel GO GREEN, 2010

10. Menteri Kelautan dan Perikanan Adibakti Mina Bahari, 2010

11. Menteri Pertanian RI tentang Ketahanan pangan, 2010

12. Departemen Pertanian Pusat Perlindungan Varietas Tanaman

13. Juara I lomba Usaha Kecil menengah Pengolahan Hasil Perikanan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2010

14. Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, 2010.

Tahun 2011

1. Peringkat 2 Nasional Tahun 2011 Pembinaan Kabupaten Kategori Pendamping Lokal Program PNPM

2. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) 2011 untuk Kategori Daerah dengan Terobosan Inovatif Bidang Pelayaran Administrasi Kependudukan dan Perizian.

3. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) 2011 untuk Kategori Daerah dengan Terobosan Inovatif Bidang Akuntabilitas Publik

4. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) 2011 untuk Kategori Daerah dengan Terobosan Inovatif Bidang Pelayanan Pendidikan

5. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) 2011 untuk Kategori Daerah dengan Terobosan Inovatif Bidang Pertumbuhan Ekonomi

6. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) 2011 untuk Kategori Daerah dengan Terobosan Inovatif Bidang Pemerataan Ekonomi

7. Peringkat 1 Nasional Tahun 2011 Pembinaan Kabupaten Kategori Kabupaten Sehat.

8. Piagam Penghargaan Program Pelayanan Kesehatan Gratis Provinsi Sul- Sel, 12 Nopember 2011.

9. Peringkat 2 Nasional, Pembinaan Kabupaten Kategori Pendamping Lokal Program PNPM, Tahun 2011. Peringkat 1 Nasional Tahun 2011 Pembinaan Kabupaten Kategori Kabupaten Sehat.

10. Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan 16 Juni 2011.

11. Piagam Penghargaan Gubernur Sul-Sel sebagai Tokoh yang berjasa bagi Pembinaan dan Pengembangan Taman Pendidikan TK-TPA BKPRMI di Kab. Bantaeng 2 Juli 2011.

12. Penghargaan SWASTI SABA PADAPA atas jasa dalam penyelenggaraan Kabupaten Sehat oleh Menteri Kesehatan, 2 November 2011

13. Penghargaan Menteri Kelautan dan Perikanan ADIBAKTI MINA BAHARI sebagai Juara III bidang Pesisir Kategori Pemerintah Tingkat Nasional, Desember 2011.

14. Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, 2011.

Tahun 2012

1. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2012, Grand Award untuk Kategori Terebosan Paling Menonjol Bidang Pengembangan Ekonomi

2. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2012, Otonomi Award untuk Kategori Pemerataan Ekonomi

3. People of The Years (POTY) Tahun 2012 Harian Seputar Indonesia

4. Penghargaan Nugrah jasa Dharma Pustaloka. Diberikan oleh Perpusnas RI kepada Bupati Bantaeng atas kepedulian terhadap pengembangan

Perpustakaan di Kabupaten Bantaeng. Diterima di Jakarta pada tanggal 11 Oktober 2012.

5. Penghargaan sebagai Nominator Unggulan Innovative Government Award (IGA) kategori Pembangunan Berbasis Desa dari Kementrian Dalam Negeri RI, Tahun 2012.

6. Piagam Penghargaan Ketahanan Pangan Adhikarya Pangan Nusantara tingkat Provinsi Sul-Sel tahun 2012.

Tahun 2013

1. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2013, Grand Award untuk Kategori Terobosan Paling Menonjol Bidang Pengembangan Ekonomi

2. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2013, Otonomi Award untuk kategori terobosan inovatif untuk pertumbuhan ekonomi.

3. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2013, Nominator Unggulan Layanan Adminisrasi Kependudukan dan Perizinan.

4. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2013, Nominator Unggulan Partisipasi Publik.

5. Piagam Penghargaan peningkatan produksi padi tahun 2013 sebesar 13,73 persen

6. Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, 2013.

7. Penghargaan Innovative Government Award (IGA) kategori Pengembangan Komoditi Berbasis Desa dari Kementrian Dalam Negeri, Tahun 2013.

8. Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun 2013 Penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah RI kepada daerah yang mampu menata transportasi publik dengan baik.

Tahun 2014

1. Penghargaan SINDO Weekly Government Award 2014 kategori daerah terbaik sektor investasi (diserahkan di Jakarta oleh Mendagri Gamawan Fauzi, 19 Maret 2014)

2. Piala Adipura tahun 2014. Penghargaan tertinggi dari Presiden melalui Kementrian Lingkungan Hidup. Diserahkan di Jakarta pada pada tanggal 5 Juli 2014. Kabupaten Bantaeng telah menerima 1 Piagam dan Empat Piala selama Empat Tahun berturut-turut.

3. Penerima MIPI Awards 2014 Kategori Praktisi Pemerintahan dari Pengurus Pusat Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia diserahkan di Jakarta pada tanggal 28 Agustus 2014

4. Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2014, Otonomi Award 2014 Kategori Utama/ Grand Category : Daerah dengan terobosan paling menonjol bidang performa politik.

5. Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2014, Otonomi Award 2014 Kategori Khusus/ Special Category: Daerah dengan terobosan inovatif bidang partisipasi publik (Program Perencanaan dan Penganggaran Partisipatif)

6. Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2014, Nominator daerah dengan terobosan inovatif bidang akuntabilitas publik (Layanan pengaduan masyarakat)

7. Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2014,

Nominator daerah dengan terobosan inovatif bidang kesehatan (kemitraan Ormas dalam pelayanan kesehatan)

8. Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2014, Nominator daerah dengan terobosan paling menonjol bidang lingkungan hidup

9. Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2014, Nominator daerah dengan terobosan inovatif bidang pelayanan administrasi kependudukan dan perizinan (Layanan Perizinan anti pungli)

10. Penghargaan tertinggi “UAPAKRTI” dari Presiden melalui Kementrian Perindustrian, Penghargaan bidang Industri Kecil Menengah untuk jasa kepedulian Kepala Daerah terhadap pengembangan UKM, di serahkan oleh Menteri Perindustrian di Jakarta pada tanggal 15 Oktober 2014

11. Penghargaan Pajak Daerah Award Sulawesi Selatan Tahun 2014, Kategori Pemerintah Kabupaten terbaik dalam penyelesaian pajak bermotor kendaraan dinas. Diserahkan pada Bulan November 2014.

12. Penghargaan Social Media Award 2014 untuk Kategori Bupati. Diserahkan di Hotel Mulia Jakarta pada tanggal 13 November 2014. Penghargaan ini bertujuan sebagai apresiasi kepada mereka yang sukses dalam memanfaatkan social media sebagai sarana membangun komunikasi dengan konsumen/masyarakat/fans. Selain itu penghargaan ini diharapkan mampu mendorong perkembangan social media sebagai media komunikasi yang efektif dan positif di Indonesia.

13. Piagam Penghargaan Ketahanan Pangan Adhikarya Pangan Nusantara tingkat Provinsi Sul-Sel tahun 2014.

14. Anugrah Parahita Eka Praya (APE) tahun 2014 Kategori Madya. Penghargaan tertinggi dari Presiden melalui Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Penghargaan di bidang Pengarus Utamaan Gender (PUG), Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan Yohana Yambise di Jakarta pada tanggal 18 Desember 2014

15. Penghargaan P2WKSS (Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera) Tk. Propinsi untuk Kelurahan Ereng-Ereng Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng sebagai Juara Pakarti Utama I Sul-Sel, 2014

16. Penghargaan dari Koran SINDO sebagai Kepala daerah Inovatif 2014, diserahkan di Solo pada tanggal 11 Desember 2014

17. Penghargaan Adiwiyata Tk. Propinsi Sulawesi Selatan dan Tingkat Nasional Tahun 2014.

18. Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun 2014. Penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah RI kepada daerah yang mampu menata transportasi publik dengan baik.

19. Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, 2010, 2014.

Dengan demikian, kehadiran prestasi dan kilas kehidupan Pak Prof dapat menjadi contoh sekaligus pemahaman lebih mendalam masyarakat Sulawesi Selatan kepada pemenang quick count berbagai lembaga survei terkait Pilgub Sulsel 2018 ini.

[Laurensia Maggie Picarima]


Pemprov 1