Dinkes Makassar Akan Gelar Imunisasi Campak Rubella Massal

Laurensia Maggie Picarima

Dinkes Makassar Akan Gelar Imunisasi Campak Rubella Massal

KabarMakassar.com -- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Rachmat Latief meminta Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota mengajak LSM dan Pers dalam mensosialisasikan pentingnya vaksin campak Rubella sebagai kampanye imunisasi vaksin rubella yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar di Hotel Claro Makassar. Rabu, 4 Juli 2018.

Rachmat menilai, anggapan masyarakat tentang vaksin yang selama ini masih negatif, mesti diluruskan. Dia melihat keinginan masyarakat akan vaksin masih sangat minim ditambah lagi 80 persen kasus campak di Indonesia diderita oleh anak usia dibawah 15 tahun.

"Dinkes Kabupaten atau kota wajib menggandeng Pers dan LSM untuk ikut sosialisasi. Jangan sampai kasus-kasus akibat vaksin terus berkelanjutan karena kesalah pahaman masyarakat akan vaksin," ujar Rachmat.

Dengan hal ini, Dinas Kesehatan Kota Makassar akan menggelar imunisasi campak rubella secara massal di sekolah pada 1 Agustus 2018 mendatang.
Dinas Kesehatan Kota Makassar akan menggelar imunisasi campak rubella secara massal di sekolah pada 1 Agustus mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin mengatakan, pemberian vaksin rubella ini tidak memungut biaya apapun dari masyarakat.

"Semua tingkatan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD hingga SMP. anak yang akan divaksin mulai dari usia anak 9 bulan sampai dengan anak dibawah 15 tahun," ucap Naisyah.

Selain disekolah, pos pelayanan imunisasi imunisasi juga akan dibuka di 1100 posyandu, termasuk membuka posko pelayanan sesuai permintaan masyarakat.

"Seperti misalnya, TNI angkatan laut mau buka pospim, kita buka, angkatan udara juga begitu. Kalau ada masyarakat yang minta, kita pasti akan buka," ujar Naisyah.

Ia menjelaskan, anak yang telah mendapat vaksin rubella akan mendapat kekebalan imunitas, sebaliknya organ dalam anak akan rusak perlahan apabila tidak divaksin sejak dini.

"Efek samping seperti alergi itu wajar, silqhkan bawa ke dokter spesialus anak, itu tidak berbahaya. Karena tidak ada kasus imunisasi yang bebas efek samlin, pasti ada saja anak yang terkena efek samlingnya, tapi itu tidak berbahaya," ujar Rachmat.

Rachmat mengungkapkan bahwa imunusasi ini akan membantu pertumbuhan imun anak, akan berbahaya nanti apabila ada anak yang tidak divaksin rubella, anak yang terkena rubella itu bisa merusak seluruh organ dalam manusia.

Perlu diketahui, jumlah sasaran imunisasi campak rubella Dinkes Kota Makassar mencapai 360.741 orang. Dengan rincian, jumlah sekolah 1.048 terdiri dari PAUD, SD dan SMP.

Penulis :

Editor :