Ini Empat Tuntutan Ratusan Imigran di Kota Makassar

Laurensia Maggie Picarima

Ini Empat Tuntutan Ratusan Imigran di Kota Makassar

KabarMakassar.com -- Ratusan Imigran menggelar aksi demo di depan Menara Bosowa di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar pada Senin 2 Juli 2018.

Kedatangan ratusan imigran berkumpul dengan berbagai spanduk bertuliskan tuntutan-tuntutan imigran terkait peraturan-peraturan yang tidak sepantasnya mereka dapatkan selama berada di Kota Makassar.

"Kita sudah tinggal 5 tahun di Indonesia dengan peraturan tidak boleh menggunakan kendaraan, tidak boleh bergaul dengan orang-orang Indonesia dan tidak boleh keluar ketika sudah jam 10 malam. Kami menghargai peraturan itu, hanya saja kami memprotek kondisi tekanan yang para imigran rasakan di tempat tinggal di Kota Makassar," ungkap salah satu Imigran dari Afghanistan saat diwawancarai Redaksi Kabar Makassar.

Pria yang tidak ingin disebutkan identitasnya ini menjelaskan terdapat beberapa tuntutan lain yang dibawa para Imigran di depan Menara Bosowa yang juga merupakan kantor UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) yang berada di lantai 10 gedung Menara Bosowa.

Terdapat empat poin utama aksi damai yang dilakukan para Imigran Kota Makassar yang berhasil dihimpun Redaksi KabarMakassar.com.

Empat poin tuntutan aksi damai tersebut adalah:

  1. Memprotes kondisi dan tekanan mental yang dibebankan pada para Imigran yang berada dalam kamp dan akomodasi Makassar.
  2. Menuntut penghapusan ketidakadilan yang mengekan pembebasan pengungsi di dalam kamp dan mengusut tuntan laporan korupsi administrasi yang diduga terjadi di kamp Imigran.
  3. Mempercepat proses pemukiman kembali dan meminta pemerintah Indonesia untuk mendorong negara tujuan untuk menerima pengungsi.
  4. Membebaskan para imigran yang ditahan tanpa alasan yang jelas di Immigrant Detention Center (IDC) dan kamp Imigran.

Salah satu imigran juga menjelaskan kepada Redaksi KabarMakassar.com tuntutan mereka dilandasi oleh janji-janji United Nations High Commissioner for Refugees dan Pemerintah Australia yang menyarankan para Imigran untuk tidak menggunakan kapal dan memasuki wilayah Australia secara ilegal dan bertahan di Indonesia untuk diproses secara legal terkait pemindahan Imigran.

Perlu diketahui, aksi unjuk rasa ratusan Imigran ini bukanlah yang pertama kali di Kota Makassar, sebelumnya pada Rabu, 21 Februari 2018 para Imigran juga berunjuk rasa ditempat yang sama setelah mendapatkan perlakukan kasar dari pihak keamanan IDC tanpa alasan yang mereka tidak ketahui.

Penulis :

Editor :