Kabar Makassar

Setelah Keluar, Masih Bisakah Danny Melawan?

Sengketa Pilkada Makassar

  • Rubrik : Tokoh
  • Penulis : Redaksi
  • Terbit : 3 pekan, 1 hari lalu
Setelah Keluar, Masih Bisakah Danny Melawan?
Walikota Makassar Ir.Moh. Ramdhan Pomanto.(Ist)

KabarMakassar.com -- Setelah cutinya Muhammad Ramadhan Pomanto sebagai walikota, diam-diam pria yang akrab disapa Danny ini dikabarkan menemui Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono dalam rangka status membahas Danny yang saat ini masih status cuti, sebagai Walikota Makassar.

Sebelumnya, Danny Pomanto mengambil cuti sejak tanggal 15 Februari sampai 23 Juni 2018 mendatang untuk kembali bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar. Dalam pencalonannya, Danny bersama Indira Mulyasari melalui jalan terjal dan berliku dalam pilwalkot setelah dianggap melakukan pelanggaran yang menyebabkan Komisi Pelimihan Umum (KPU) Kota Makassar mendiskualifikasi pencalonanya dengan berlandaskan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dan dikuatkan oleh Mahkamah Agung.

Lantas bagaimana Danny Pomanto dan Indira Mulyasari (DIAmi) dapat melawan saingannya yakni yakni Munafri Arifuddi – Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) jika tidak berada dalam lembar suara Pilwalkot?

Diwawancarai oleh Redaksi KabarMakassar.com, Pengamat politik Endang Sari menjelaskan kemungkinan pertarungan oleh Danny masih dapat berlansung mengingat kondisi politik yang berubah-ubah layaknya air.

"Politik itu cair, kawan dan lawan tidak bisa di pastikan dan akan seperti itu selamanya. Segela sesuatunya bisa terjadi termasuk perlawanan bentuk lain," jelas Endang Sari.

Saat ditanya mengenai bagaimana posisi Appi-cicu sekarang mengingat banyaknya pendukung DIAmi yang menyuarakan untuk melakukan pemilihan kotak kosong dibanding memberikan suara ke satu-satunya pasangan calon yakni Appi-Cicu, Endang hanya menyebutkan hal strategis yang dapat dilakukan adalah menegosiasikan kepentingan politik.

"Tidak bisa dipastikan mereka akan seperti itu selamanya. Tergantung kepentingan masing-masing dan segala kemungkinan menurut saya tetap terbuka. Kemungkinan untuk mereka saling menegosiasikan kepentingan juga masih mungkin terjadi Karena ya sekali lagi politik itu sangat dinamis," katanya.

Diwawancarai di tempat berbeda, Pengamat Politik Dr. Sukri Tamma, M.Si menjelaskan lebih jauh kehadiran fenomena gerakan memilih kotak kosong merupakan kemungkinan yang nyata bagi kedua pihak, hanya saja sebagai walikota, Danny pasti akan lebih berhati-hati dalam merespon munculnya fenomena ini

"Kondisi tersebut mungkin saja terjadi,dengan wewenang dan ruang gerak yang luas untuk masuk sampai jauh ke masyarakat maka Danny sebagai walikota punya ruang untuk melakukan hal itu," jelasnya.

Sukri menambahkan, jikapun Danny akan mendukung gerakan memilih kotak kosong, sikap Danny harus sangat hati-hati mengingat dalam kondisi sekarang posisi Danny sedang mendapatkan banyak perhatian.

"Walikota diatur undang-undang untuk dapat menjaga netralitasnya termasuk terhadap para loyalisnya, jikapun Pak Danny melakukan gerakan untuk memobilisasi dukungan bagi kotak kosong misalnya, maka itu akan dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat Tim Appi cicu pasti akan mengawasi setiap pergerakan DP  dan akan segera melaporkan jika dicurigai ada indikasi tidak netral," tambahnya.

[Andhy Sukri]


Pemprov 1