PT PERTAMINA

Update Kasus PMK di Toraja Utara, 13 Hewan Kerbau Sembuh

Bank Sulsel Bar
Update Kasus PMK di Toraja Utara, 13 Hewan Kerbau Sembuh
Ilustrasi Kerbau (Source: Pixabay)

KabarMakassar.com -- Sebanyak 13 hewan ternak kerbau di Toraja Utara dinyatakan sembuh  dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan Toraja Utara, Lukas Pasarai saat dihubungi melalui selularnya, Selasa 26 Juli 2022.

Sebelumnya dikabarkan jika dari 145 ekor hewan ternak dinyatakan positif enam (6) ekor diantaranya mati, satu hewan kerbau dipotong bersyarat. Hal ini membuat pihak Dinas Peternakan terus melakukan upaya vaksinasi beberapa lokasi di wilayahnya termasuk di lokasi pasar hewan (pasar bolu) di Rantepao dan sejumlah tempat di Toraja Utara.

"Updating kami laporkan jika saat ini sudah 126 ekor yang masih terdampak virus PMK dari 145 ekor sebelumnya dan 13 ekor sudah dinyatakan sembuh, ada enam kerbau yang mati dan 1 ekor akan dipotong bersyarat," ujar Lukas Pasarai.

Lukas menambahkan jika saat ini pihaknya terus melakukan upaya vaksinasi terhadap hewan ternak yang tersebar 21 kecamatan  di Toraja Utara. 

"Kita target 2000 ekor ternak kerbau dituntaskan untuk divaksin, karena minggu ini kita menargetkan selesai semua, dan saat ini baru 569 ekor yang divaksin," tambahnya.

Terpisah dengan anggota DPRD Toraja Utara, Limbong Mendila dari partai Nasdem menyampaikan jika pemerintah daerah (pemda) sudah menjalankan tugasnya dengan baik, sosialisasi dari tingkat Lurah hingga Camat sangat baik komunikasinya untuk menyampaikan agar keluar masuk hewan ternak perlu diawasi secara ketat.

"Kinerja camat dan lurah  di Rantepao ini sangat baik, saya pikir kita perlu apresiasi mereka akan keluar masuknya hewan ternak sudah dilakukan penmgawasan secara ketat," ujar Ibu Limbong saat dihubungi selularnya.

Sebagai perwakilan rakyat Toraja Utara, Limbong menyampaikan perlunya pengawasan ketat di perbatasan Toraja Utara juga.

"Intinya perketat pengawasan, keluar masuknya hewan," tegasnya.

Musa Kamma (38) pemilik hewan ternak kerbau yang sempat mendapati kerbaunya positif PMK kini tengah menunggu perkembangan hewan ternak senilai Rp45 juta tersebut. Ia mengaku sudah sepekan sejak hewannya terdampak PMK sudah berangsur-angsur membaik.

Selain divaksin, hewan ternaknya juga dia memberikan jamu khas buatan atau olahan yang dibuat dari rempah-rempah. Hal ini diyakini jika ramuan tersebut warisan orangtuanya mampu menyembuhkan penyakit hewan ternaknya tersebut.

"Sudah mulai membaik, ini kerbau ki sudah bisa berdiri dan juga mulai makan, enam hari kami cek ternyata sudah membaik dari minggu lalu, selain kami vaksin dari dinas peternakan, juga ada ramuan yang membantu dan itu efektif juga," pungkas Musa.

Penulis : Fritz V Wongkar

Editor : Redaksi

Pemprov Sulsel
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Pelindo
Bank Sulsel Bar