PDAM Makassar

Misteriusnya Wabah Hepatitis Akut dan Cegah Cara Penularannya

Misteriusnya Wabah Hepatitis Akut dan Cegah Cara Penularannya
Ilustrasi.

KabarMakassar.com -- Dunia dihebohkan dengan masuknya wabah hepatitis secara misterius, sebanyak 228 anak dari 20 negara terserang penyakit hepatitis. Hal ini membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kondisi ini sebagai hepatitis akut dengan etiologi yang tak diketahui.

Indonesia sendiri juga dikagetkan dengan tiga orang anak di Ibu Kota Jakarta yang meninggal akibat penyakit hepatitis ini. Pihak Kementerian Kesehatan melalui Juru Bicaranya, dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saat ini pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta melakukan investigasi kontak untuk mengetahui faktor risiko terhadap diduga tiga kasus hepatitis akut pada anak.

Dimana ketiga kasus yang ada di Jakarta merupakan anak berusia dua tahun belum mendapatkan vaksinasi hepatitis, usia delapan tahun baru mendapatkan vaksinasi hepatitis satu kali, dan usia 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi. Ketiganya terkonfirmasi negatif Covid-19.

Bahkan dr Siti Nadia pun menegaskan, sampai saat ini ketiga kasus ini belum bisa digolongkan sebagai penyakit hepatitis akut dengan gejala berat.

Cegah Penularannya

Saat ini juga pihak Kementerian Kesehatan tengah melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit ini.

Dikutip dari situs Sehatnegeriku Kemenkes, meski belum diketahui pasti penyebab penyakit Hepatitis Akut pada Anak , Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A, yang merupakan dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI menyebutkan bahwa dugaan awal disebabkan oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll. Virus tersebut utamanya menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan.

Mengantisipasi penularan hepatitis ini, disarankan bagi orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan. Langkah awal yang bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

"Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang, tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat," ujar Prof dr Hanifah yang juga Peneliti di RSCM dan FK UI.

Selain itu, untuk mencegah penularan Hepatitis Akut melalui saluran pernafasan dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 seperti memakai masker, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas.

Upaya lainnya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan Hepatitis Akut adalah pemahaman orang tua terhadap gejala awal penyakit Hepatitis Akut.

Prof Hanifah menyebutkan secara umum gejala awal penyakit Hepatitis Akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Selanjutnya, gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat.

Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, orang tua diminta segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal.

Jangan menunggu hingga muncul gejala kuning bahkan sampai penurunan kesadaran. Karena kondisi tersebut menunjukkan bahwa infeksi Hepatitis sudah sangat berat. Jika terlambat mendapatkan penanganan medis, maka momentum dokter untuk menolong pasien sangat kecil.

"Bawalah anak-anak kita ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan. Jangan menunggu sampai gejalanya lebih berat, karena kalau berat kita kehilangan momentum untuk bisa menolong lebih cepat. Apalagi kalau sampai sudah terjadi penurunan kesadaran, maka kesempatan untuk menyelematkannya sangat kecil,” kata Prof Hanifah.

Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang solid antara orang tua, tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan agar bisa menemukan gejala Hepatitis Akut sedini mungkin agar anak segera mendapatkan pertolongan medis.

Kenali apa itu Hepatitis

Secara umum, hepatitis adalah inflamasi pada hati yang bisa disebabkan oleh infeksi, gangguan autoimun, atau obat-obatan. Beberapa contoh virus yang dapat menyebabkan hepatitis adalah virus hepatitis A, B, C, D, dan E.

Hepatitis bisa mendorong terjadinya beragam gejala. Sebagian di antaranya adalah demam, sakit kuning, urin berwarna gelap, nyeri perut, mual, lelah, dan muntah.

"Sebagian besar anak dalam kasus yang dilaporkan mengalami gejala gastrointestinal seperti muntah, diare, dan nyeri perut," kata profesor di bidang pediatri dari University of Texas Southwestern Medical Center, Norberto Rodriguez-Baez MD.

Wabah hepatitis akut yang mengenai anak belakangan ini dijuluki sebagai hepatitis "misterius" karena penyebabnya masih belum diketahui. Tak ada satu pun dari kasus hepatitis "misterius" ini yang disebabkan oleh virus-virus hepatitis. Selain itu, anak-anak yang terkena umumnya memiliki kondisi yang sehat.

Terlepas dari itu, para ahli sudah memiliki beberapa hipotesis terkait penyebab wabah hepatitis akut pada anak ini. Salah satu di antaranya adalah adenovirus tipe 41. Akan tetapi, hipotesis ini tidak bisa menjelaskan tingkat keparahan penyakit yang mengenai anak-anak.

Penulis : Redaksi

Editor : Fritz Wongkar

Pemprov Sulsel
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Kabar Serupa :
Sponsor
Pemkab Gowa Maksimalkan Peran Posyandu untuk Penanganan Stunting
Sponsor
Kelurahan Sudiang Raya Gencar Sosialisasi Cegah Stunting
Pelindo
PDAM Makassar