Perusda
Bank SUlsel Bar

Tahun Ini Penjualan iPhone Diprediksi Tembus 220 Juta Unit 

Kolaborasi Liputan6.com

on 16/5/18 Oleh Redaksi
Tahun Ini Penjualan iPhone Diprediksi Tembus 220 Juta Unit 
Ilustrasi.(Ist)

KabarMakassar.com -- Analis Gene Munster menilai Apple kini memasuki fase baru untuk penjualan iPhone. Menurutnya, layanan penjualan berkelanjutan akan menjadi kekuatan Apple, bukan dari angka penjualan dan tipe produk.

Dilansir Liputan6.com, prediksi Munster dinilai sebagai cara yang baik untuk menggambarkan kalau pangsa pasar Apple di bisnis smartphone telah atau akan mencapai puncaknya.

Namun, hal tersebut tidak lantas dinilai sebagai hal buruk, mengingat pertumbuhan penjualan secara terus menerus atau selamanya, juga sulit terjadi.

Oleh sebab itu, Munster memperkirakan Apple akan menjual sekira 220 juta iPhone sepanjang tahun ini, begitu pula untuk 2019. Setidaknya, belum ada perkirakaan pertumbuhan angka penjualan iPhone untuk saat ini.

Lebih lanjut, Munter menilai Apple tidak akan begitu berhasil meyakinkan pemilik feature phone untuk beralih ke perangkatnya disebabkan harga jual iPhone yang tinggi.

Kendati demikian, katanya, Apple secara konsisten telah mempertahankan tingkat retensi tinggi untuk iPhone sebesar 90 persen.

Hal ini menunjukkan konsumen puas dengan perangkat tersebut, meski saat ini persaingan di pasar smartphone berjalan sengit.

iPhone pun dinilai akan menjadi bisnis yang stabil untuk Apple selama beberapa tahun ke depan dengan perkiraan pendapatan dan pertumbuhan penjualan di kisaran 0-5 persen. Hal ini akan menjadi fondasi untuk bisnis layanan bakal yang berkembang pesat.

Apple dilaporkan akan merilis tiga tipe iPhone terbaru pada tahun ini. Satu atau dua di antaranya akan menjadi seri baru iPhone X. Namun, Apple sejauh ini masih bungkam tentang rencana kehadiran tiga produk baru tersebut.

Perusahaan asal Negeri Paman Sam tersebut dikenal sangat menjaga rahasia internal, terutama menyangkut berbagai produk yang belum diumumkan.

Apple merupakan salah satu perusahaan teknologi yang bocoran produknya banyak beredar di internet. Perusahaan pun tak suka dengan hal itu dan menindak tegas para pelaku pembocoran tersebut. 

Misalnya, Apple beberapa waktu lalu mengirim sebuah memo kepada para karyawan tentang akibat yang akan ditanggung, jika membocorkan rahasia perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga mengungkapkan menemukan 29 orang yang membocorkan rahasia pada tahun lalu, dan 12 di antaranya telah dijebloskan ke penjara.

Perusahaan yang dipimpin Tim Cook itu mengingatkan para karyawan agar bisa menjaga rahasia perusahaan.

Untuk memastikan rahasia perusahaan tidak bocor di media, pihak Apple menulis, "Orang-orang itu (yang membocorkan) tidak hanya kehilangan pekerjaan, tapi mereka juga akan sangat sulit mendapatkan pekerjaan di tempat lain".

Calon pembeli rela antre di gerai iBox, Central Park, Jakarta. Mereka rela antre dari pagi untuk iPhone seri terbaru. Terlepas dari sikap tegas Apple terhadap rahasia internal, nyatanya berbagai bocoran tentang berbagai produk yang sedang disiapkan tetap bermunculan di ranah maya. Selain tiga tipe iPhone terbaru, informasi tentang smartphone untuk tahun depan pun sudah menyita perhatian.

Smartphone baru Apple untuk tahun ini belum meluncur, tapi informasi tentang iPhone 2019 sudah beredar. Menurut laporan, Apple akan merilis iPhone pada tahun depan dengan fitur tiga kamera belakang.

Analis Yuanta Securities, Jeff Pu, memperkirakan Apple akan merilis setidaknya satu varian iPhone dengan tiga kamera belakang pada semester II 2019. Sayangnya, belum ada rincian informasi tentang spesifikasi kamera tersebut.

Kendati demikian, sebelumnya sempat beredar laporan tentang sistem kamera iPhone 2019. Sistem kamera tersebut akan mampu melakukan 5x zoom, dan salah satu lensanya memiliki resolusi 12MP.

Jika merujuk pada jajaran produk Apple sebelumnya, smartphone dengan tiga kamera kemungkinan besar akan menjadi iPhone paling mahal pada tahun depan. Apple merilis iPhone X sebagai smartphone termahalnya pada tahun lalu karena memiliki berbagai fitur baru, termasuk Face ID.

[Nur Fadhilah Sophyan]