Kabar Makassar

Kaddo Bulo, Kuliner Sehat Khas Sulsel yang Terlupakan

  • Rubrik : Pariwisata
  • Penulis : Redaksi
  • Terbit : 3 pekan lalu
Kaddo Bulo, Kuliner Sehat Khas Sulsel yang Terlupakan
ilustrasi[ist]

KabarMakassar.com -- Di antara banyaknya makanan khas Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dikenal secara global, terdapat satu makanan yang perlahan mulai terlupakan. Makanan khas Sulsel ini merupakan dari campuran beras ketan dan santan yang dibungkus daun pisang lalu dimasukkan ke dalam potongan bambu untuk dipanasi dengan perapian. 

Asap tebal mengepul dari tiap pekarangan rumah di kampung yang rindang tak jauh dari tepi Sungai Jeneberang pinggiran Kabupaten Gowa, Sulsel. Hampir semua orang sibuk menyiapkan sebuah hajatan besar tahunan yang akar riwayatnya berusia hampir setengah milenium itu.

Kampung itu bernama Tama’la’lang yang masuk wilayah Desa Tamanyeleng, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa.

Dari pusat kota Makassar, ibu kota Sulsel, jaraknya hanya sekitar 10 kilometer. Setiap tahun, warga merayakan ulang tahun kampung yang disebut Attamu Taung dengan tradisi akaddo bulo atau menyantap kaddo bulo, hidangan yang lazim dikenal sebagai lemang. 

Perayaan itu diselenggarakan setelah peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.

Akaddo bulo dalam bahasa Makassar berarti ”makanan dari bambu”. Tentu saja bukan bambunya yang dimakan, melainkan campuran beras ketan bersama santan kental yang telah diberi sedikit garam untuk menambah rasa. Sisi dalam bambu sebelumnya dilapisi daun pisang sebelum beras ketan dimasukkan. Kemudian ujung atas bambu ditutup lalu dibakar, beras ketan yang di masukan ke dalam sebilah bumbu santan yang di masukan ke dalam sebilah bambu.

Tabung-tabung bambu berukuran panjang 40 sentimeter itu dimasak dengan cara dipanasi secara tegak mengelilingi perapian selama sekitar tiga jam sampai matang. Setelah selesai, bambu dibelah untuk mengeluarkan akaddo bulo yang telah pulen dan siap disantap dengan taburan serundeng.

Akaddo bulo yang sedang dirapihkan dan sebelum di bakar sesekali  berjongkok untuk meratakan bara dari kayu dan sabuk kelapa yang dipakai sebagai bahan bakar perapian. Kadang mata memicing menahan perih saat asap berembus mengenai mata.

Akaddo bulo menjadi sajian utama yang dihidangkan warga kampung kepada warga, penjabat daerah, dubes (tamu undangan dari luar negeri) atau siapa pun tamu yang berkunjung ke Tama’la’lang saat perayaan itu. ”Walaupun orang tak dikenal, kalau datang berkunjung saat perayaan ini, pasti diberikan akaddo bulo.

Akaddo bulo bermanfaat untuk kesehatan bahan bakunya yang berupa beras ketan, santan, garam bermanfaat bagi tubuh karena memiliki kandungan & khasiat yang bermacam - macam bagi kesehatan.

Berikut rangkuman dari KabarMakassar.com terkait kandungan gizi dan manfaatnya bagi tubuh :

-Kandungan gizi beras kentan:

Jumlah Kandungan Energi Beras Ketang Putih = 362 kka
Jumlah Kandungan Protein Beras Ketang Putih = 6,7 gr
Jumlah Kandungan Lemak Beras Ketang Putih = 0,7 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Beras Ketang Putih = 79,4 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Beras Ketang Putih = 12 mg
Jumlah Kandungan Forfor Beras Ketang Putih = 148 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Beras Ketang Putih = 1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Beras Ketang Putih = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Beras Ketang Putih = 0,16
Jumlah Kandungan Vitamin C Ketang Putih = 0 mg

Sumber Informasi Gizi yang dikutip dari berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia .

-Manfaat beras ketan bagi kesehatan :

Beras ketan dapat membuat kulit lebih halus serta mengatasi alergi . Beras ketan dapat mencegah maupun mengatasi berbagai penyakit degeneratif seperti Diabetes militus, Hipertensi, Asma, Lever, dll .

Beras ketan memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga dapat mengatasi gangguan pencernaan,sembelit,perut kembung,serta menurunkan kadar kolesterol darah .
Beras ketan mampu meningkatkan stamina, memperkuat tubuh, dan mengatasi cepat lelah . Beras ketan memiliki kandungan vitamin B yang tinggi yang bermanfaat mencegah penyakit beri - beri, sakit pinggang, reumatik, ataupun kesemutan

-Kandungan nutrisi dalam santan:

Kalori. Kandungan kalori dalam santan terbilang cukup tinggi, yaitu 120 kalori untuk setiap sendok makan santan. Mengonsumsi 1 sendok makan santan per hari cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Lemak. Kandungan lemak santan terdiri dari beberapa jenis, yaitu lemak jenuh, lemak tak jenuh ganda, lemak omega 3, lemak omega 6 dan lemak tak jenuh tunggal. Dengan konsumsi yang tepat, lemak tetap dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan asam lemak omega 3 dapat mengurangi peradangan serta melumasi sel-sel dan sendi.

Gula. Rasa santan yang sedikit manis disebabkan kandungan sejumlah kecil gula seperti glukosa dan fruktosa, hanya sekitar 1 - 2 persen gula saja. Gula bermanfaat untuk energi bagi tubuh.

Kalsium. Satu cangkir santan kelapa mengandung sekitar 200 IU kalsium yang bermanfaat untuk tulang dan gigi.

Protein. Meskipun kandungan protein dalam santan termasuk rendah, namun kandungan alanin, sistin, arginin dan serene yang mudah dicerna tubuh tetap bermanfaat untuk mempertahankan dan membangun sel-sel baru. Juga bermanfaat untuk rambut, kuku dan kulit.

Selain kandungan nutrisi tersebut, santan juga mengandung bermacam mineral seperti natrium, kalium, fosfor, zat besi dan tembaga.

Kandungan mineral yang terdapat dalam garam yang biasa kita konsumsi sehari-hari dari makanan maupun minuman.

1. Yodium
Zat mineral yodium biasanya terdapat pada garam dapur yang tersedia bebas di pasaran, namun pastikan garam yang anda beli memiliki kandungan yodium. Karena zat ini berperan penting untuk membantu perkembangan kecerdasan atau kepandaian pada anak pada masa pertumbuhannya.

2. Fosfor/Phospor
Phosfor berfungsi untuk pembentukan tulang dan membentuk gigi.

3. Cobalt
Cobalt memiliki fungsi untuk membentuk pembuluh darah.

4. Kalsium
Kalsium atau zat kapur merupakan zat mineral yang memiliki fungsi dalam pembentukan tulang dan gigi disamping perannya dalam vitalitas otot pada tubuh.

5. Kalium
Kalium berfungsi sebagai pembentuk aktivitas otot jantung.

6. Zinc atau Seng
Diperlukan untuk pembentuk enzim dan hormon penting.

7. Sulfur atau Belerang
Berfungsi dalam proses pembentuk protein di dalam tubuh.

8. Chlor
Chlor digunakan tubuh kita untuk membentuk HCl atau asam klorida pada lambung. HCl sendiri berfungsi membunuh kuman bibit penyakit dalam lambung serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.

9. Magnesium 
Magnesium berfungsi sebagai zat yang pembentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan hemoglobin.

10. Mangaan
Mangaan berfungsi untuk mengatur pertumbuhan tubuh kita dan sistem reproduksi.

11. Tembaga
Tembaga pada tubuh manusia berguna sebagai pembentuk hemo globin pada sel darah merah.

12. Natrium / Na
Natrium adalah zat mineral yang kita andalkan sebagai pembentuk faram di dalam tubuh dan sebagai penghantar impuls dalam serabut syaraf dan tekana osmosis pada sel yang menjaga keseimbangan cairan sel dengan cairan yang ada di sekitarnya. 

Semoga Kaddo Bulo bersama manfaatnya tidak akan hilang dimakan waktu ditengah banyaknya makanan modern yang bermunculan.

[Nur Fadhilah Sophyan]


Pemprov