Kadispora Sulsel: Pemuda Jaman Now Jangan Individualis

Kadispora Sulsel: Pemuda Jaman Now Jangan Individualis

KabarMakassar.com -- Universitas Negeri Makassar (UNM) baru saja melaunching komunitas barunya yang dinamakan Psynstitution. Acara launching komunitas ini juga dirangkaikan dengan Talkshow yang dibawakan langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Sulawesi Selatan (Sulsel), Sri Endang Sukarsi di Aula MTM Fakultas Psikologi UNM, Jumat 18 Mei 2018.

Dalam kesempatan ini, Kadispora Sulsel menyampaikan jika Fakultas Psikologi menjadi salah satu Fakultas yang berperan penting melihat kondisi masyarakat saat ini yang tingkat stres dan depresi semakin meningkat.

"Salah satu fakultas yang saya kagumi adalah psikologi, saya melihat masyarakat kota tiap hari banyaknya yang stres. Saya kira mahasiswa psikologi adalah mahasiswa yang sangat beruntung karena mereka diajari mengontrol dan menangani masalah seperti itu," katanya saat memberi materi.

Lanjutnya, Kadispora Sulsel mengajak pemuda Zaman Now lebih mengenal budaya mereka sendiri bukannya mentrenkan budaya orang lain.

"Pada kesempatan ini saya ingin kalian menggali kembali coba belajar nilai-nilai lokal kita, pemuda zaman now suka mi namanya yang bau barat yang menurut mereka hebat karena susah mi disebut," lanjutnya.

Pemberitaan miring terkait tindak kejahatan yang melibatkan pemuda seperti Genk motor, begal, lem yang mayoritas didominasi laki-laki menjadi masalah yang perlu diperhatikan sehingga, Kadispora menganggap pengawasan pemuda khusunya laki- laki saat ini diperlukan.

"Pemuda sekarang banyak menjadi problemeker hampir semua berita menyebut pemuda atau remaja. Dan mayoritas laki laki bukan hanya perempuanlah harus dilindungi tetapi laki juga harus dilindungi. Bukan mi masanya membeda-bedakan laki  perempuan," jelasnya

Kadispora menjelaskan ciri yang melekat pada Pemuda Jaman Now haruslah pemuda yang cerdas dan berintegritas dan dapat berperan aktif sebagai kontrol moral, agen perubahan dan pembangunan.

"Pemuda Jaman Now itu cirinya cerdas dan integrasi hal ini yang harus ditanamkan," tambahnya.

Menurutnya, sistem pembelajaran di Indonesia saat ini yang mengutamakan kompetensi tanpa sadar menimbulkan rasa individualisme dalam diri masyarakat khusunya pemuda saat ini, sedangkan sistem kerjasama yang diajarkan pada anak - anak di Jepang adalah salah satu sistem pembelajaran yang menjadikan mereka negara maju yang dapat dicontoh.

"Kompetensi boleh tapi kolaborasi yang lebih penting. Kalau cerdas tunjukan kecerdasan mu kamu bisa apa. Kita banyak menghadapi tantangan. Banyak pemuda yang sulit dikendalikan. Sekarang yang dilatihkan dikita kompetensi, persaingan. Di Jepang kerjasama yang diajari disana dan menjadikannya negara hebat," jelasnya.

Kadispora menegaskan adanya kesadaran bagi pemuda saat ini, khususnya mereka yang berprestasi agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar mereka.

"Anak-anak yang berprestasi tolong buka pikiran kita dilingkungan kita jangan sampai kita berprestasi dan menjadi individual," tegasnya.

Dengan adanya komunitas ini, Kadispora berharap menjadi langkah lain dalam pengembangan potensi pemuda yang ada di Sulawesi Selatan dalam memberi percontohan dan motivasi bagi pemuda lainnya untuk berkarya.

"Saya ingin ada konsep yang keluar dari pemuda yang berprestasi. Sekarang ini pemuda yang kita dorong agar lebih kreatif dan inovasi agar pemuda lainnya termotivasi," harapnya.

Pada kesempatan Talkshow ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa UNM yang terdiri dari Mahasiswa Fakultas Psikologi UNM, 30 Mahasiswa berprestasi UNM dan Komunitas lain.

Penulis :

Editor :