Perusda
Bank SUlsel Bar

Penyakit Kusta Benarkah Menular atau Tidak?

on 4/5/18 Oleh Redaksi
Penyakit Kusta Benarkah Menular atau Tidak?
ilustrasi[ist]

KabarMakassar.com--Kusta merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri dan dapat menyerang ke sistem saraf juga. Kusta ini bersifat menular melalui kontak fisik, cairan ketika batuk dan bersin. Pasien kusta harus berobat secara rutin sampai tuntas.

Tingkat infeksius pasien dengan kusta akan menurun sangat drastis ketika pasien sudah mengkonsumsi obat kustanya pertama kali. Karena itu, biasanya dokter akan meminta pasien untuk mengkonsumsi obat pertamanya di depan dokter tersebut untuk memastikan tingkat infeksius pasien sudah menurun drastis.

Jika memang Anda sampai tertular (semoga tidak terjadi terutama Ibu anda yang sedang hamil, maka efeknya ke janin  adalah berisiko lebih besar untk lahir prematur dan pertumbuhannya dalam kandungan yang terhambat. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin mengenai hal tingkat infeksius Ibu Anda serta Anda sendiri perlu rutin memeriksakan kandungan ke dokter spesialis kandungan.

Jumlah penderita lepra di dunia pada tahun 2007 diperkirakan 2-3 juta orang lebih. Pada 2008, penderita kusta di Indonesia diperkirakan sebanyak 22.359 atau 0,73 kasus dari setiap 100.000 penduduk, dengan jumlah kasus baru sebanyak 16.668. Penyakit ini banyak ditemukan terutama di pulau Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Kusta merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena dapat menyebabkan kecacatan, mutilasi, ulserasi, dan lainnya. Infeksi kulit ini disebabkan karena adanya kerusakan saraf besar di daerah wajah, anggota gerak, dan motorik; diikuti dengan rasa baal yang disertai kelumpuhan otot dan pengecilan massa otot.

Bagaimana seseorang bisa terkena kusta?
Kusta ditularkan melalui kontak kulit yang lama dan erat dengan penderita. Anggapan lain menyebutkan kusta juga bisa ditularkan melalui inhalasi alias menghirup udara, karena M. Leprae dapat hidup beberapa hari dalam bentuk droplet di udara. Kusta juga bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan binatang tertentu seperti armadilo. Lepra memerlukan waktu inkubasi yang cukup lama, antara 40 hari sampai 40 tahun, rata-rata membutuhkan 3-5 tahun setelah tertular sampai timbulnya gejala.

Sekitar 95% orang kebal terhadap lepra, dan hanya sekitar 5% yang dapat tertular. Dari sejumlah 5%, sekitar 70% akan sembuh sendiri, dan hanya 30% yang menjadi sakit kusta. Artinya, dari 100 orang yang terpapar erat oleh bakteri Mycobacterium leprae, hanya 2 orang yang akan sakit.

Ada berapa jenis kusta?

WHO mengklasifikasikan kusta ke dalam 2 kelompok, yaitu :
Pausibasilar: 1-5 lesi, rasa baal yang jelas, menyerang satu cabang saraf
Multibasilar: lesi >5, rasa baal tidak jelas, menyerang banyak cabang saraf
Apa saja tanda dan gejala kusta?

Adanya bercak berwarna putih atau kemerahan di kulit, dapat disertai dengan adanya bintik atau pembengkakan, kulit mati rasa atau baal
Kulit kering, dan pada daerah yang sebelumnya ditumbuhi rambut atau bulu bisa rontok.
Mata jarang mengedip sehingga menjadi kering, bulu mata yang rontok.
Kelemahan atau kelumpuhan otot
Perubahan bentuk wajah
Mutilasi, rasa baal akibat kusta menyebabkan penderita tidak menyadari adanya luka, sehingga bisa menimbulkan luka yang tidak diobati, borok, sampai mutilasi.
Ginekomastia (payudara yang tumbuh membesar pada pria), akibat gangguan keseimbangan hormonal.
Tanda dan gejala kusta sering kali menyerupai penyakit lain, dan terkadang menyebabkan terlambatnya diagnosis, oleh sebab itu kusta disebut juga sebagai the great immitator. Beberapa penyakit yang mirip dengan lepra adalah vitiligo, ptiriasis versikolor, ptiriasis alba, tinea korporis, dan masih banyak lagi.

Apa yang saya harus lakukan jika menemukan tanda dan gejala kusta?

Segera konsultasikan dengan dokter Anda jika menemukan gejala di atas, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis. Berikut beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan:

Pemeriksaan bakterioskopik dibuat dari kerokan jaringan kulit di beberapa tempat, diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat adanya bakteri M. Lepra.
Pemeriksaan histopatologis bertujuan untuk melihat perubahan jaringan dikarenakan infeksi.
Pemeriksaan serologis didasarkan atas terbentuknya antibodi pada tubuh seseorang akibat infeksi.

Untuk dapat menegakkan diagnosis, dokter biasanya mencari 3 tanda utama (cardinal signs) dari lepra: kelainan kulit yang mati rasa, penebalan saraf tepi, dan hasil pemeriksaan bakterioskopik yang positif.

Bagaimana cara mengobati kusta?
Tujuan utama pengobatan lepra adalah untuk memutuskan mata rantai penularan, menurunkan insiden penyakit, mengobati dan menyembuhkan penderita, serta mencegah timbulnya kecacatan. Untuk mencapai kesembuhan dan mencegah resistensi, pengobatan infeksi kulit ini akan menggunakan kombinasi beberapa antibiotik yang disebut dengan multi drug treatment (MDT). Obat-obatan yang digunakan dalam MDT antara lain rifampicin, dapsone, dan lampren. Pemberian obat dan lamanya pengobatan tergantung jenis dari lepra yang diderita. Obat harus diminum rutin, umumnya dalam waktu 6 bulan sampai 1-2 tahun.

Apa yang terjadi jika kusta tidak diobati?
Lepra merupakan penyakit yang bisa disembuhkan asalkan pengobatannya rutin dan tuntas. Kusta yang terlambat dideteksi atau terlambat diobati bisa menyebabkan kecacatan pada penderita, baik yang sementara, maupun yang selamanya. Pemerintah Indonesia telah menggratiskan pengobatan kusta, jadi apa alasan Anda untuk tidak berobat?

 Cara penularan kusta bisa melalui kontak langsung kulit penderita dengan kulit kita. Namun paparan dalam jangka pendek memperlihatkan potensi penularan yang rendah dibandingkan dengan paparan yang lama. Artinya apa ? Orang yang normal sering terpapar dengan penderita kusta maka harus lebih protektif karena penularan lebih potensial.  

Fakta unik yang juga perlu kalian tahu mengenai penyakit kusta yang penting untuk anda ketahui :
-Kusta yang tidak diobati bisa mengakibatkan cacat parah
-Kusta mudah dideteksi
-Kusta memiliki gejala yang berbeda setiap jenisnya
-Sebagian besar orang kebal terhadap bakteri kusta ( hampir 95% )
-Meskipun menular namun kusta tidak mudah menular
-Kusta disebabkan oleh bakteri
-Kusta adalah penyakit tertua di dunia
-India negara dengan penderita kusta terbesar di dunia
Itulah 8 fakta yang penting untuk anda ketahui mengenai penyakit kusta yang mana kusta merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai

Penularan penyakit ini juga sangat dipengaruhi daya tahan tubuh. Kuman  kusta sangat mudah menyerang orang2 dengan daya tahan tubuh yang rendah. Olehnya itu pencegahan sebelum terjangkitnya penyakit ini sangatlah penting.
[Nur Fadhilah Sophyan].