PDAM Makassar

Sidang Lanjutan NA, Andi Makkasau Bantah Terima Rp150.000 SGD

Bank Sulsel Bar
Sidang Lanjutan NA, Andi Makkasau Bantah Terima Rp150.000 SGD
Ilustrasi (Int).

KabarMakassar.com -- Sidang lanjutan kasus gratifikasi Gubernur Sulawesi Selatan Non Aktif, Nurdin Abdullah kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (16/9).

Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi itu, menghadirka sebanyak 8 saksi salah satunya adalah mantan calon Wakil Bupati Bulukumba Andi Makkasau.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, M Asri Irwan mengatakan, kehadiran Andi Makkasau untuk mengkonfirmasi terkait penerimaan uang sebesar 150.000 SGD.

"Kami memanggil yang bersangkutan sebagai saksi, adalah mengkonfirmasi penerimaan uang sebesar 150.000 SGD. Dalam dakwaan kami ada penerimaan uang 150.000 SGD yang diterima oleh saudara terdakwa NA, dari Agung Sucipto," ungkapnya.

Pada sidang sebelumnya, Agung Sucipto menyatakan dirinya pernah memberikan uang senilai 150.000 SGD kepada Nurdin Abdullah di Rumah Dinas Gubernur Sulsel untuk mendapatkan proyek di Pemprov Sulsel.

Tapi Nurdin Abdullah menyangkal hal tersebut.  Dalam sidang, NA mengaku, uang itu bukan untuk mendapatkan proyek, tetapi untuk memenangkan salah satu pasangan calon bupati di Bulukumba. Paslon yang dimaksud adalah Tommy Satria dan Andi Makkasau, untuk membayar saksi dan alat peraga, bukan untuk pribadi.

Namun, dalam persidangan yang digelar kemarin, Kamis 16 September 2021, Andi Makkasau membantah hal tersebut. 

"Ceritanya, 150.000 SGD itu, kemudian oleh Pak NA diberikan kepada saudara Andi Makkasau dalam hal persiapan Pilkada di Kabupaten Bulukumba, tapi di persidangan, Andi Makkasau menyampaikan bahwa, sama sekali tidak pernah menerima uang itu," terang Asri Irwan.

Ia pun mengataka adanya perbedaan dalam keterangan saksi dan terdakwa adalah hal yang biasa terjadi dalam persidangan. 
"Tersangka silahkan saja menyampaikan bahwa pernah memberikan, tetapi kami memegang pada saksi yang memegang sumpah bahwa tidak pernah menerima. Kan kami gali terus. Masa saudara tidak pernah menerima? Tidak ada bantuan moril atau materil ? Dia sampaikan tidak. Seperti itu kan tadi fakta sidang," pungkasnya.

Lebih lanjut, Asri Irwan menegaskan, pihaknya hanya melakukan penelusuran terkait fakta adanya penerimaan uang sebesar 150.000 USG yang diteriman Nurdin Abdullah dari Agung Sucipto. 

"Terserah Pak Nurdin Abdullah mau mengalirkan kemana, tapi di dakwaan kami, itu diperoleh Nurdin Abdullah dari Agung Sucipto tahun 2019. Itu kan dakwaan kami. Dakwaan menerima 150.000 SGD plus OTT Rp2,5 M dan gratifikasi," pungkasnya.

Diketahui selain menghadirkan mantan calon Wakil Bupati Bulukumba Andi Makkasau, sidang lanjutan kasus gratifikasi Gubernur Sulawesi Selatan Non Aktif, Nurdin Abdullah juga menghadirkan saksi lain yaitu terpidana kasus yang sama Agung Sucipto, mantan Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali, mantan calon Wakil Bupati Bulukumba Andi Makkasau, pengusaha Harry Syamsuddin, pegawai BNI Cabang Arief Rate Makassar Farida Rahman, Kadis PU Bulukumba Rudy Ramlan, Direktur Agung Perdana Bulukumba/Komisaris Cahaya Sepang Bulukumba Raimond Ferdinand, dan  Direktur Cahaya Sepang Bulukumba Andi Gunawan.

Rencananya sidang lanjutan kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan Nurdin Andullah masih akan digelar Kamis, 23 September 2021 minggu depan.

Penulis : Redaksi

Editor : Herlin Sadid

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Pelindo
Phinisi Point
Bank Sulsel Bar