PDAM Makassar

Edarkan Sabu, Purna Bakti TNI Ditangkap di Gowa

Bank Sulsel Bar
Edarkan Sabu, Purna Bakti TNI Ditangkap di Gowa
Tujuh pelaku yang diamankan Satresnarkoba Polres Gowa diantaranya Purna Bakti Anggota TNI.

KabarMakassar.com -- Seorang mantan anggota TNI berinisial Mu (54) ditangkap Satres Narkoba Polres Gowa karena Edarkan Narkotika jenis sabu, Selasa (14/9).

MU ditangkap di BTN Paopao Permai, Kelurahan Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Sabtu (11/9) lalu. 

Mu yang sudah memasuki masa purnabakti ini, terpaksa mengenakan baju tahanan Polres Gowa, bersama MY (39) yang juga pengedar sabu dan SA (31) sebagai kurirnya. saat polisi menggelar jumpa pers dihalaman polres Gowa, ditemani 7 palaku narkoba lainnya.

Saat diinterogasi, SA (Kurir) mengaku mendapatkan pasokan sabu dari FD sebagai bandar besar seorang napi di Lapas Narkotika Bollangi Kabupaten Gowa, Kemudian bekerjasama dengan Mu mantan anggota TNI serta MY.

"Saya dapat dari seorang narapidana bandar sabu yang berada di Lapas Narkotika Bollangi Gowa," ungkapnya di hadapan polisi. 

Setelah tertangkap Sabtu malam lalu, MU, SA dan MY terendus memiliki sabu seberat 21,82 gram yang dikemas dalam tiga sachet plastik bening.

Sementara itu, Kasat Narkoba AKP Syaharuddin  menjelaskan kasus narkoba ini berhasil diamankan tujuh terduga pelaku, satu diantaranya adalah mantan anggota TNI dan satu lainnya seorang perempuan. 

Dengan total sabu yang diamankan dari tujuh pelaku ini seberat 30,8 gram, termasuk 21,82 gram milik Mu tersebut.

”Ketujuh pelaku narkoba ini kita tangkap di beberapa lokasi di Gowa maupun di Makassar," kata Syaharuddin didampingi Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan saat merilis kasus ini di pelataran mako Polres Gowa kemarin. 

Lanjutnya, mereka ditangkap setelah petugas menyelidiki aksi mereka hingga saat bertransaksi. Jadi ada tujuh orang selain Mu, Sa dan MY yakni MAM (32) sebagai pengedar, YJ (54) pengedar, RA (35) pengedar sekaligus residivis kasus sama serta seorang perempuan bernama HK (34) juga pengedar. 

"Mereka semua beraksi dengan modus menggunakan rumah dan sekitarnya sebagai tempat transaksi. Pengakuan mereka karena terhimpit ekonomi serta teriming-iming keuntungan besar dari bandar. Dan ternyata bandarnya adalah napi di Lapas Bolangi dan di Sapiria Makassar. Sementara kita selidiki jaringannya,” sebut Kasat. 

Kasubag Humas AKP Mangatas Tambunan menambahkan jika para pelaku mengedarkan sabu dengan cara mengikuti petunjuk bandar utama yang ada di Lapas kemudian menempatkan pesanan sabu di satu lokasi selanjutnya konsumen mendatangi tempat tersebut.

”para pelaku mengikuti petunjuk dari bandar yang berada dilapas Bollangi Gowa, ya keuntungannya cukup menggiurkan,” tambah AKP Mangatas Tambunan.

Terpisah, tersangka narkoba bernama HK yang merupakan seorang ibu rumahtangga mengaku, terpaksa menjual sabu karena terhimpit masalah ekonomi keluarganya.

“Saya terpaksa pak karena saya terhimpit oleh ekonomi dikeluarga saya,” ungkap HK.

HK juga menambahkan, bahwa sabu tersebut dari kampung sapiria Makassar yang didapatnya dari seorang bandar di Makassar.

Atas aksi mereka ini, Polisi mengenakan UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun hingga seumur hidup.

Penulis : Abdul Kadir

Editor : Herlin Sadid

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Kabar Serupa :
Sponsor
Wisata Kampoeng Eropa akan Dibangun di Kota Malino
Sponsor
Pj Sekda Gowa Harap Sekolah Tatap Muka Segera Dilakukan
Pelindo
Phinisi Point
Bank Sulsel Bar