PDAM Makassar

Sumbangsi Besar PLTB Sidrap dalam Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Bank Sulsel Bar
Sumbangsi Besar PLTB Sidrap dalam Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Sulawesi Selatan.

Kabarmakassar.com - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi salah satu provinsi yang tengah mendapatkan sorotan atas pencapaiannya. Pasalnya, meski di tengah Pandemi Covid-19 dengan penerapan aturan yang sangat ketat, provinsi ini tetap konsisten memberikan peningkatan ekonomi yang signifikan.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Sulsel triwulan II-2021 tumbuh sebesar 7,66 persen (y-on-y). Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPS Sulawesi Selatan, Suntono, Kamis, (05/08/2021).

Suntono mengaku data ini diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2021 mencapai Rp136,21 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 85,89 triliun.

"Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan triwulan II-2021 dibandingkan triwulan I-2021 mengalami kenaikan sebesar 7,44 persen (q-to-q)," kata Suntono.

Bahkan pertumbuhan ekonomi ini kata Suntono melebihi pertumbuhan ekonomi secara nasional 7,07 persen, Sulsel berada pada urutan ke 9 sebesar 7,66 persen (y-on-y) dari 34 Provinsi di Indonesia.

Ditelisik lebih jauh, sektor yang mendapatkan sumbangsi terbesar untuk pertumbuhan ekonomi di Sulsel yakni transportasi sebesar 73,95 persen; diikuti jasa perusahaan sebesar 29,83 persen; kemudian jasa lainnya sebesar 27,77 persen; penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 26,98 persen. Sementara kategori lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan kontraksi hanya Pertambangan dan Penggalian sebesar -5,82 persen.

Berangkat dari pencapaian ini, kabarmakassar.com mencoba menelisik relevansi yang terjadi di lapangan. Di wilayah Kabupaten Sidrap misalnya, kabupaten yang terletak di sentra Provinsi Sulsel ini telah berkontribusi besar di Indonesia utamanya di bidang pertanian dan pangan. BPS mencatat, pada tahun 2020 Sidrap berhasil panen padi sebesar 4.571.170 Ku atau sebanyak 457.117 Ton, jumlah itu didapatkan dari 11 kecamatan di Sidrap dengan luas lahan 88.990 Ha.

Dalam artian, penghasilan terbesar masyarakat Sidrap bukan berasal dari bidang transportasi, melainkan dari pertanian dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Dari musim tanam hingga musim panen kita memang di sini sama-sama saling membantu dan mendukung, bahkan produk pertanian bisa kelola sendiri melalui produk-produk UKM, ya saya bersyukur pemerintah bisa andil, juga digerakkan oleh bantuan dari pihak PLTB," ujar Rusmin (36) selaku petani di Sidrap.

Hal ini membuktikan bahwa selain hadirnya kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian, ternyata dukungan dari PT. UPC Sidrap Bayu Energi (pengelola PLTB Sidrap) juga ambil peran dalam meningkatkan perekonomian di Sidrap.

Saat dikonfirmasi, direktur PT UPC, Dacre Purchase memaparkan pihaknya terus memberikan sumbangsi terhadap pertumbuhuan ekonomi di Sidrap, baik secara langsung melalui CSR juga melalui dukungan energi listrik ke sejumlah daerah jangkauan.

"Selain Program CSR yang dilaksanakan secara terpisah, bila memungkinkan, lokal partisipasi masyarakat didorong, dengan sumber UPC sebanyak pekerjaan lokal dan penyediaan barang dan jasa semaksimal mungkin, sebagai komitmen untuk membantu menumbuhkan kondisi perekonomian lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan di Daerah Proyek," ungkap Dacre kepada KabarMakassar.com.

Upaya-upaya ini kata dia telah secara signifikan meningkatkan tingkat penerimaan masyarakat setempat dan telah menciptakan persepsi positif bahwa bekerja untuk Proyek Wind Farm 75 MW Sidrap adalah suatu hal yang prestisius, dan bantuan membawa kebanggaan bagi daerah.

Dacre memaparkan, total sumbangsi daya listrik terbarukan yang dirasakan masyarakat yakni sebesar 75 MW, atau sebesar 2,04 persen telah berkontribusi daya listrik di pulau Sulawesi.

"UPC memasok jaringan yang memasok listrik bersih terbarukan, sebagian - ke seluruh Selatan Sulawesi. Daya yang dihasilkan oleh Sidrap 75 MW Wind Farm dikirim melalui utilitas negara bagian perusahaan, PT PLN (Persero) (PLN) jaringan transmisi 150 kV untuk memasok kebutuhan listrik di Grid Selatan, Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), awalnya meliputi wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat, namun pada awal tahun 2020 juga telah saling terhubung untuk mencakup Provinsi Sulawesi Tenggara," bebernya.

Sumbangsi untuk pemulihan ekonomi di Sulsel ini kata Dacre dapat dilihat dari nilai pajak daerah, mengurangi pengangguran, serta mengalokasikan nilai CSR sebesar Rp 7,5 miliar.

"Wind Farm Sidrap 75 MW adalah yang pertama di Indonesia, dan telah membawa perbedaan manfaat bagi pemangku kepentingan yang berbeda, kepada PLN, UPC menyumbang 75 MW hanya dengan menggunakan sumber energi angin yang hanya tersedia di lokasi tertentu. Hal ini memungkinkan pembangunan pembangkit listrik di lokasi yang lebih tersebar dan seimbang dalam jaringan listrik untuk meningkatkan stabilitasnya. Selain itu, di proyek ini mengurangi pemanfaatan pembangkit listrik berbahan bakar fosil yang kurang ramah lingkungan," jelas Dacre.

Selain itu, melalui CSR ini, pihaknya telah membangun sejumlah kegiatan untuk kepentingan sosial, seperti membangun elektrifikasi atau Kit Panel Surya untuk sejumlah rumah tangga rentan. Proyek Elektrifikasi ini bertujuan untuk menyediakan listrik bagi rumah tangga yang tidak memiliki fasilitas listrik. Berdasarkan asesmen di Desa Mattirotasi untuk mengidentifikasi rumah tangga (KK) tanpa lampu dan KK miskin, ada 21 calon penerima manfaat program, termasuk wilayah di Pabbaresseng, Tonrongnge, Attakai, dan Ladangkang yang terkena proyek kegiatan.

Kegiatan lainnya seperti membangun Tenaga Surya untuk Sekolah Pabbaresseng. Proyek ini dimaksudkan untuk menyediakan listrik bagi sekolah-sekolah yang tidak memiliki fasilitas listrik. Tujuan dari proyek ini adalah untuk menyediakan listrik 4000 watt untuk sekolah dan rumah guru.

Pihaknya juga membangun Proyek Ketenagalistrikan untuk Dusun Pabbaresseng, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian oleh pemerintah dan UPC-SBE untuk menetapkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khusus untuk masyarakat Pabbaresseng, Desa Mattirotasi sebagai bagian dari proyek orang yang terkena dampak.

"Kegiatan sosial lainnya juga kami terapkan seperti Operasi bibir sumbing, penyediaan air bersih di sejumlah wilayah, proyek renovasi rumah, perbaikan jalan di pusat pariwisata, serta masih banyak lagi yang lainnya," lanjut Dacre.

Hingga pada 3 Juli 2021 lalu, UPC bersama Pemerintah Kabupaten Sidrap telah bersurat ke Presiden RI Joko Widodo meminta Realisasikan Proyek Energi Terbarukan PLTB Sidrap Ekspansi 70 MW yang tersisa.

Proyek PLTB tahap pertama sendiri sudah berhasil melistriki lebih dari 60 ribu rumah tangga melalui pembangkit listrik energi terbarukan yang bersih dan ramah lingkungan.

Sedangkan terkait usulan PLTB Sidrap Ekspansi 70 MW, UPC Renewables telah berada pada fase akhir pra-konstruksi proyek yang berjarak kurang dari 5 km dari lokasi PLTB Sidrap 75 MW yang sudah dibangun.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan energi nasional dalam meningkatkan bauran pemanfaatan energi terbarukan hingga 23% pada 2025, proyek PLTB Sidrap Ekspansi rencananya bakal dilengkapi dengan sistem penyimpanan baterai yang canggih.

"Respon Presiden positif dan UPC siap untuk tampil, tetapi tidak ada kemajuan untuk penerbitan PPA atau tanggal COD untuk target sementara target 23% pada tahun 2025 tertinggal sekitar 13%," tutupnya. (*)

Penulis : Al Amin Malliuri

Editor : Al Amin

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Kabar Serupa :
Mirae Asset Kembali Gelar HOTS Championship Season 5
Kabar Ekonomi & Bisnis

Mirae Asset Kembali Gelar HOTS Championship Season 5

19.08.2021 - 21:50
Sponsor
Nilai Ekspor Sulsel Capai Rp98 M, SYL: Terima Kasih Pak Gub
Kabar Ekonomi & Bisnis

Nilai Ekspor Sulsel Capai Rp98 M, SYL: Terima Kasih Pak Gub

14.08.2021 - 15:30
Sponsor
Semarakkan HUT RI Ke-76, Sulsel Siap Ekspor 6 Komoditas Pertanian
Sponsor
Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Bertumbuh, Ini Penjelasan BI
Kabar Ekonomi & Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Bertumbuh, Ini Penjelasan BI

09.08.2021 - 11:48
Resmi Bekerjasama, Grab dan Emtek Ciptakan Peluang Pendapatan
Kabar Ekonomi & Bisnis

Resmi Bekerjasama, Grab dan Emtek Ciptakan Peluang Pendapatan

26.07.2021 - 18:10
Pelindo
Phinisi Point
Bank Sulsel Bar