Ini Tips Aman, Puasa Ibu Hamil dalam Menjaga Kesehatan Janin

Kolaborasi Liputan6.com

Ini Tips Aman, Puasa Ibu Hamil dalam Menjaga Kesehatan Janin

KabarMakassar.com -- Banyak orang yang mempertanyakan bolehkah ibu hamil berpuasa? Pada dasarnya, puasa bagi wanita hamil hukumnya adalah sunnah (tidak berdosa jika tidak dilakukan). Namun, jika sang ibu hamil itu sendiri merasa kuat dan percaya kepada dirinya dan tetap ingin berpuasa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi ibu hamil agar ibadah puasa yang dilaukan aman bagi calon ibu dan anak.

Dilansir Liputan6.com, beberapa penelitian menunjukkan, ibu hamil yang berpuasa selama trimester pertama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur atau berat lahir bayi yang rendah. Puasa selama trimester pertama kehamilan dapat membahayakan pertumbuhan janin dan menyebabkan masalah perkembangan janin. berikut beberapa tips yang perlu anda perhatikan:

1. Konsultasikan dengan dokter

Anda harus berkonsultasi ke dokter, puasa dapat berefek buruk pada tubuh tanpa pernah disadari. Puasa bisa berisiko mengancam keguguran atau kelahiran prematur.

2. Kenali gejala berbahaya

Jika Anda mengalami gejala seperti penurunan berat badan, dehidrasi berat, gangguan pencernaan, dan berkurangnya gerakan bayi di rahim segera hubungi dokter.

Kondisi ini menjadi indikasi, tubuh Anda tidak dapat mengatasi tekanan fisik puasa dan mungkin perlu berhenti puasa. 

3. Minum banyak air

Dehidrasi adalah salah satu risiko terpenting yang harus diperhatikan wanita hamil. Hal ini karena dehidrasi dapat menyebabkan penurunan aktivitas bayi di dalam rahim.

Tanda-tanda dehidrasi meliputi kelelahan, kulit kering, dan haus yang berat. Cobalah minum air sebanyak yang Anda bisa, baik selama berbuka dan sahur.

4. Perlu bersantai

Wanita hamil yang berpuasa dilaporkan mengalami tingkat stres lebih tinggi daripada mereka yang tidak. Pastikan Anda cukup tidur dan bersantai.

Hindari aktivitas fisik dan beristirahatlah secara teratur.

5. Makan makanan sehat

Hindari mengonsumsi makanan berminyak, tinggi lemak, dan makanan olahan. Hal ini karena makanan ini kurang memiliki nilai gizi dan menyebabkan gangguan pencernaan.

Perbanyak makan makanan kaya serat, seperti biji-bijian dan kacang-kacangan.

Menurut dr. Uditia Alham Sakti, S.Ked, Dokter Umum Makassar, selama hamil asupan gizi tidak boleh diremehkan, karena asupan yang kurang ini akan berdampak pada ibu dan bayi. Pada bayi, hal yang paling dikhawatirkan adalah pertumbuhan yang terhambat akibat kurangnya nutrisi yang ibu konsumsi selama hamil. Salah satu nutrisi yang sangat penting untuk ibu hamil konsumsi adalah asam lemak baik seperti omega 3 dan omega 6, ini sangat penting untuk perkembangan otak janin.

Perlu diketahui, nutrisi lainnya yang harus diperhatikan pada ibu hamil adalah asupan besi, besi berfungsi untuk membantu pengantaran oksigen didalam darah, kekurangan besi dapat menyebabkan anemia dan meningkatkan resiko janin atau bayi yang masih dalam kandungan menderita kekurangan oksigen atau dalam medis disebut sebagai hipoksia. Asupan nutrisi yang penting lainnya yaitu asam folat. Asam folat ini sangat berperan dalam pembentukan saraf spinal pada bayi.

"Berpuasa pada ibu hamil sebenarnya hingga sekarang masih banyak penelitan yang saling kontroversi. Kebanyakan studi mengatakan bahwa tidak akan ada efek terhadap kehamilan bila seorang ibu hamil itu berpuasa, namun beberapa studi mengatakan puasa dapat menimbulkan efek yang tidak baik pada ibu hamil dengan kehamilan yang tidak sehat. Puasa diperbolehkan pada ibu hamil yang kehamilannya sehat yang tentu saja ditentukan oleh parameter pemeriksaan dari dokter. Antara lain tidak ada masalah pembatasan pertumbuhan pada bayi, tidak ada riwayat anemia selama kehamilan atau gangguan medis lainnya baik itu pada bayi atau pada ibu atau pada keadaan khusus yang berkaitan dengan ibu yang hamil dan tidak boleh melakukan diet atau puasa karena dikhawatirkan akan terjadi masalah kesehatan, "jelasnya.

Maka dari itu, untuk ibu hamil yang ingin berpuasa periksalah kehamilan sesuai jadwal kepada dokter kandungan anda dan perbaiki konsumsi makanan ketika sahur dan berbuka puasa, sampai kondisi Ibu kembali prima untuk berpuasa.

[Nur Fadhilah Sophyan]

Penulis :

Editor :