PDAM Makassar

Enam Bulan, Insentif Covid-19 Nakes RSUD Lasinrang Belum Terbayarkan

Bank Sulsel Bar
Enam Bulan, Insentif Covid-19 Nakes RSUD Lasinrang Belum Terbayarkan
Ilustrasi (Int).

KabarMakassar.com -- Terhitung selama enam bulan, tenaga kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan belum menerima honor insentif penanganan Covid-19.

Hal itu pun dibenarkan oleh Direktur Umum RSUD Lasinrang, dr Mohammad Inwan Ahsan. Ia mengatakan insentif tenaga kesehatan khusus penanganan Covid-19 belum terbayarkan sejak bulan Februari.

"Iya semua Nakes kita belum terbayarkan insentifnya sejak Februari. Tapi kalau bulan Januari sudah terbayar," kata Ihwan kepada KabarMakassar.com, Rabu (28/7).

Ia mengungkapkan, hal itu disebabkan regulasi dari Kementerian Kesehatan yang berubah. Peraturan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) nomor HK.01.07/MENKES/4239/2021 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Covid
-1,9.

"Dulu insentif tenaga kesehatan langsung dari kementrian kesehatan. Sekarang diserahkan lagi ke rumah sakit masing-masing melalui BLUD. Ini yang baru kita urus peraturan bupati berapa yang mau dikasihkan,” ungkap Inwan.

Inwan membeberkan sebelumnya insentif yang diterima oleh tenaga kesehatan melalui Kemenkes untuk dokter spesialis saja sebesar 15 juta per bulan, dokter umum 10 juta perbulan, perawat 7,5 per orang, sementara itu untuk kesehatan lainnya 5 juta per orang.

“Tidak semua Nakes itu dapat. Yang dapat itu ji yang tugas menangani Covid-19. Sementara kalau yang bertugas tergantung berapa pasien Covid-19 yang masuk. Kalau tidak ada pasien yang masuk tidak ada juga petugas, hanya saja tetap ada petugas yang standby tiga orang,” bebernya.

Lebih jauh ia menambahkan untuk satu pasien Covid-19 saja ditangani oleh satu dokter ahli dengan didampingi delapan perawat. Itupun kalau pasiennya bertambah, maka petugas rawat pun juga bertambah.

"Makanya kita juga bingung ini, ndak tau bagaimana nanti. Karena harus diajukan kembali melalui anggaran perubahan untuk pembayaran insentifnya dan kita baru mau koordinasi lagi dengan BPKP Sulsel,” akunya.

“Karena anggaran harus disesuaikan dengan pendapatan rumah sakit, ini pun kami masih ngos-ngosan kita, karena minimnya pasien umum,” sambungnya.

Sementara itu kata dia, pasien Covid-19 khusus di RSUD Lasinrang Pinrang per hari ini ada tambahan sebanyak 15.

“Tiga diantaranya terkonfirmasi positif Covid-19, sementara yang lainnya masih menunggu hasil,” pungkasnya.

Untuk diketahui jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Pinrang berdasarkan data dari dinas kesehatan setempat per Rabu, 28 Juli 2021 sebanyak 24 orang. Diantaranya 11 isolasi mandiri, 13 dalam perawan di rumah sakit.

Penulis : Rudi Hartono

Editor : Herlin Sadid

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Pelindo
Phinisi Point
Bank Sulsel Bar