PDAM Makassar

Reaksi Masyarakat Makassar Soal Aturan PPKM

Bank Sulsel Bar
Reaksi Masyarakat Makassar Soal Aturan PPKM
Surat Edaran Walikota Makassar terkait PPKM (Dok: KabarMakassar.com)

KabarMakassar.com -- Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto atau akrab disapa Danny Pomanto (DP) mengeluarkan surat edaran perpanjangan memperpanjang PPKM Mikro mulai dari tanggal 6 Juli hingga 20 Juli 2021.

Surat edaran Walikota Makassar tersebut tertuang di Nomor: 443.01/334/S.Edar/Kesbangpol/VII/2021 tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Makassar.

Sebanyak 16 poin yang masuk dalam aturan PPKM di Kota Angging Mammiri ini ada beberapa poin yang menjadi perdebatan dan mendapatkan reaksi dari masyarakat, seperti di poin 7 soal aturan pembatasan rumah ibadah yang ditutup sementara lalu di poin 10 tempat hiburan seperti karaoke dan club malam dan pijat refleksi tetap buka hingga pukul 17:00 Wita atau jam 5 sore.

Hal tersebut pun mendapatkan reaksi dari berbagai kalangan masyarakat. Bermula saat Danny Pomanto mengeluarkan surat edaran PPKM tersebut hingga mengunggah di akun medsos instagram pribadinya @dpramdhanpomanto pada 7 Juli 2021.

Tulisan dan berupa video soal penjabaran PPKM di Makassar dalam instagramnya pun mendapatkan reaksi dari akun IG readmeone_ dari sekian komentar yang menyinggung soal poin 7 dan poin 10 dalam surat edaran PPKM.

"Sehat2 jki itu kah pak? Knp ibadah sampe2 anda larang sendangkan klub malam sama tempat hiburan di buka? Wallahu alam yallah.. semua yang di lakukan ini pasti akan di pertanggung jawabkan pada waktu nya," tulis readmeone_

Mendapatkan reaksi masyarakat Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyampaikan jika saat ini pihaknya melakukan upaya revisi terkait surat edaran tersebut. DP menjelaskan pengkajian tersebut akan melibatkan Kapolres Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana.

Revisi perpanjangan PPKM ini dimaksudkan agar tak ada kesalahpahaman dalam memutus matarantai virus corona.

"Ini kan PPKM kita di Makassar sudah 6 kali berjalan, kali ini Kemenkes (Kementerian Kesehatan) memasukkan kita dalam zona orange. Makanya dalam pasal instruksi Kemendagri untuk sementara waktu tempat ibadah tidak dibolehkan memicu rasa ketidakadilan, makanya kita akan revisi," kata DP kepada sejumlah awak media, Rabu malam (7/7).

Tak hanya itu Danny pun tak mau mengambil keputusan sepihak. Ia mengkaji berdasar data yang valid dari para ahli Epidemolog. Dalam diskusinya, Danny menyebut peran Tim Detektor dikerahkan agar dapat menilai zona per Rukun Tetangga (RT).

"Mencegah dari awal wabah covid 19 ini lebih baik dari pada harus menunggu kejadian seperti di Jawa, Bali dan India. Tim detektor ikni akan menilai RT mana yang zona hijau, orange dan merah. Kalau merah pasti kita tutup dan akan ditracing serta treatment hingga pulih dan mendapat predikat zona hijau," sebut Danny.

Lanjut DP menegaskan jika tak ada larangan azan di dalam surat edarannya. Hanya saja diimbau untuk lebih baik salat di rumah sambil menunggu sementara waktu virus ini dapat ditekan penyebarannya.

"Saya merasakan hal yang sama seperti masyarakat rasakan bahwa situasi ini tidak nikmat, dan kami tidak bisa melakukan modifikasi terhadap aturan-aturan tersebut, untuk pelaksanaan ibadah di rumah ibadah Saya akan turunkan detektor dalam minggu ini, untuk beri penilaian untuk status masing-masing RT. Apakah RT nya hijau, kuning, orange, merah atau hitam. Maka kalau kondisi RT nya orange, merah, apalagi hitam, maka tentunya itu pasti ditutup, akan tetapi kalau RT-nya itu kuning dan hijau, maka kita akan buka kembali rumah ibadah di RT tersebut," tegas Danny Pomanto.

Dalam revisi edaran Walikota Makassar tersebut Tempat Hiburan Malam (THM) bakal ditutup sementara. Hal tersebut ditegaskan pula oleh Kombes Pol Witnu Urip Laksana yang bakal mengerahkan personilnya di lapangan pada 8 Juli 2021 untuk menutup sementara THM.

"Kita akan kaji dan mengevaluasi perkembangan situasi di lapangan, khususnya poin nomor 7 dan 10, intinya kita kerahkan personil untuk THM tutup sementara waktu," tegas Kombes Pol Witnu.

Tak hanya itu dalam situasi pandemi covid-19, untuk mencegah penyebaran virus mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksin agar cepat membentuk herd immunity.

Selain itu Wali Kota Danny Pomanto juga mengaku sudah melakukan koordinasi serta bertemu dengan pemuka agama terkait PPKM di Makassar, sehingga ia menjelaskan bahwa PPKM atau pembatasan di masa pandemi dapat dilakukan dengan kesepakatan untuk mencegah dan menghentikan penyebaran virus corona.

Penulis : Redaksi

Editor : Fritz Wongkar

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Pelindo
Phinisi Point
Bank Sulsel Bar