Meski Liburan, Aksi Kamisan Makassar Tetap Digelar

Tolak Lupa Kasus Marsinah

Meski Liburan, Aksi Kamisan Makassar Tetap Digelar

KabarMakassar.com -- Meski libur nasional yang tepat jatuh pada hari Kamis, 10 Mei 2018 sore ini relawan Aksi Kamisan Makassar tetap konsisten menduduki monumen mandala yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Kota Makassar.

Dalam aksi relawan mengangkat kembali kasus Marsinah, korban penculikan dan kekerasan seksual hingga tewas saat ditemukan pada 08 Mei 1993 yang belum tuntas hingga saat ini.

Relawan Aksi Kamisan Makassar yang identik dengan atribut payung hitam dan topeng bergambar Marsinah menjadi pesan penting dalam aksi diam ini.

Menurut Korlap Aksi Kamisan Makassar,  Humaerah kasus Marsinah tidak akan mati hanya karena kejahatan orde baru yang melarang adanya suara dari Marsinah untuk membela Hak Asasi Manusia yang berjuang melawan kejamnya PT CPS dan pemerintahan memperlakukan buruh saat itu.

Dulu, sebelum Marsinah dibunuh, Presiden Soeharto kala itu menghadiri pertemuan Hak Asasi Manusia di Thailand untuk menyatakan RUU Hak Asasi Manusia yang dicanangkan PBB tidak bisa diterapkan di negara-negara Asia. Jenderal tangan besi itu menjelaskan, di Asia warga tak bisa bebas mengkritik pemimpinnya.

Sekarang, Walau kasus Marsinah dan korban pelanggaran HAM masa lalu telah banyak disuarakan, janji menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat yang dituangkan Jokowi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan Nawa Cita masih belum berjalan sebagaimana janji Jokowi diawal, sebagaimana harapan masyarakat untuk Indonesia yang lebih baik. 

Sebagai bentuk kepedulian Aksi Kamisan Makassar akan kasus Marsinah, tindakan represif aparat yang membatasi suara masyarakat yang berjuang untuk Marsinah dan tidak adanya ketegasan pemerintah untuk mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM masa lalu maka kami relawan Aksi Kamisan Makassar akan menyuarakan perjuangan Marsinah di depan monumen mandala.

Aksi Kamisan ini sekaligus pengingat bagi publik dan pemerintah terkhusus Jokowi untuk sadar akan tragedi Marsinah dan pentingnya memperjuangan hak-hak masyarakat terutama buruh yang mendapat perlakuan tidak adil dari sistem yang diciptakan pemerintah orde baru hingga sekarang.

Penulis :

Editor :