PDAM Makassar

Penderita Liver Tak Punya KTP, Disdukcapil Lakukan Perekaman di RS

Bank Sulsel Bar
Penderita Liver Tak Punya KTP, Disdukcapil Lakukan Perekaman di RS
Bakri ketika didatangi oleh petugas Disdukcapil Jeneponto untuk melakukan perekaman e-KTP. (Foto: Nasrullah Patha).

KabarMakassar.com -- Demi memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jeneponto melakukan perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) terhadap seorang warga yang sedang terbaring sakit dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anwar Makkatutu Bantaeng.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Isnawati mengatakan, warga Kabupaten Jeneponto yang bernama Bakri (48) tersebut didiagnosa oleh dokter mengidap penyakit liver dan sudah seminggu dirawat. Menurutnya pasien memerlukan e-KTP untuk mendapatkan pelayanan lanjutan.

"Kami sejauh ini sudah melakukan proses perekaman e-KTP Bakri. Pihak Disdukcapil sendiri yang langsung ke RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng. Dan Alhamdulillah sudah selesai," ujarnya saat dikonfirmasi tim KabarMakassar, Rabu, (9/6).

Isnawati membeberkan, jika pelayan prima yang diberikan oleh Disdukcapil bukan hanya kali ini saja yang dilakukan.

"Tentunya, bukan hanya kali ini saja kita lakukan proses perekaman e-KTP di rumah sakit. Namun, untuk di luar daerah, ini yang kedua kalinya kami melakukan pelayanan di luar kabupaten. Sebelumnya itu berada di Kabupaten Pinrang," bebernya.

Sementara itu, Putri Bakri, Nuraeni mengatakan selain melakukan perekaman KTP ayahnya, Disdukcapil juga melakukan perekaman ke ibunya.

"Semalam pihak Disdukcapil sudah datang langsung ke orang tua saya. Dan Alhamdulillah sudah selesai. Selain itu, ibu saya juga diikut sertakan melakukan proses perekaman karena tak memiliki juga KTP," ucapnya.

Ia mengaku bersyukur atas pelayanan yang diberikan oleh Pemkab Jeneponto tersebut.

"Suatu kesyukuran karena pihak Disdukcapil beserta Kepala Desa Bontomanai ikut serta membantu administrasi orang tua kami. Baik e-KTP beserta Kartu KIS. Sehingga pengobatan dan perawatan orang tua kami lebih ringan. Karena andaikata kami tidak dibantu maka kami akan membayar biaya rumah sakit sebanyak Rp15 juta untuk biaya pengobatan dan perawatan," bebernya.

Ia mengapresiasi Disdukcapil Jeneponto beserta Kepala Desa Bonto Manai Kecamatan Rumbia atas pelayanan yang diberikan.

"Kami ucapkan banyak terimah kasih atas bantuan Pak Desa dan Disdukcapil sendiri karena sudah menanggapi keluhan orang tua kami," tutupnya.

Di tempat yang berbeda, Kepala Desa Bonto Manai, Abdul Rasyid Lallo mengatakan jika Bakri selama ini memang tak mempunyai administrasi sama sekali.

"Bakri sendiri sudah sejak lama tak mempunyai e-KTP, itu dikarenakan bakri selama ini menetap di Malaysia selama 15 tahun. Hingga akhirnya jatuh sakit dan memilih pulang kampung untuk berobat. Namun, terkendala di KTP," ucap Abdul Rasyid.

Lebih jauh Abdul Rasyid mengungkapkan jika bakri selama ini hanya mempunyai pekerjaan sebagai petani saja.

"Bakri selama ini hanya bekerja sebagai seorang petani. Semenjak ia kembali dari Malaysia ia sudah mengidap penyakit Liver menurut diagnosa dokter," pungkasnya.

Penulis : Nasrullah Patha

Editor : Herlin Sadid

Pemkab Luwu
Pemprov Sulsel
Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar
Pemkab Sinjai
Kabar Serupa :
Seorang Pengedar Sabu di Jeneponto Dibekuk Polisi
Kabar Jeneponto

Seorang Pengedar Sabu di Jeneponto Dibekuk Polisi

11.06.2021 - 16:49
Pemkab Jeneponto Anggarkan Perbaikan 334 Unit RTLH
Kabar Jeneponto

Pemkab Jeneponto Anggarkan Perbaikan 334 Unit RTLH

09.06.2021 - 09:57
Gaji 13 ASN Lingkup Jeneponto Bakal Cair Pekan Ini
Kabar Jeneponto

Gaji 13 ASN Lingkup Jeneponto Bakal Cair Pekan Ini

07.06.2021 - 16:42
Pelindo
Pemkab Jeneponto
Bank Sulsel Bar